Bansos Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / Nasdaq Ambles 3,23 Persen Pekan Ini, Saham Teknologi Tertekan Isu Konflik Iran

Nasdaq Ambles 3,23 Persen Pekan Ini, Saham Teknologi Tertekan Isu Konflik Iran

Nasdaq Ambles 3,23 Persen Pekan Ini, Saham Teknologi Tertekan Isu Konflik Iran

Indeks saham teknologi Amerika Serikat, Nasdaq Composite, mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Koreksi tersebut menjadi yang terdalam sejak April 2025, dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran konflik Iran serta tekanan hukum terhadap sejumlah perusahaan teknologi besar.

Dalam sepekan terakhir, Nasdaq turun hingga 3,23 persen. Penurunan signifikan ini mengingatkan pada gejolak pasar pada April 2025, saat isu kebijakan tarif dari Presiden Donald Trump sempat mengguncang bursa.



Saham Big Tech Kompak Melemah

Tekanan terjadi hampir merata di sektor teknologi. Saham Alphabet, induk Google, merosot hampir 9 persen. Sementara itu, Microsoft juga mengalami penurunan sekitar 7 persen.

Beberapa saham teknologi besar lainnya turut terkoreksi, seperti Nvidia dan Amazon yang masing-masing turun sekitar 3 persen. Tesla juga ikut melemah hampir 2 persen. Di tengah tekanan tersebut, Apple menjadi salah satu yang paling stabil dengan mencatat kenaikan tipis.

Meta Paling Terpukul Akibat Masalah Hukum

Saham Meta Platforms menjadi yang paling tertekan di antara perusahaan teknologi lainnya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini anjlok lebih dari 11 persen setelah kalah dalam dua kasus hukum terpisah di Santa Fe, New Mexico, dan Los Angeles.

Putusan tersebut menyoroti tantangan Meta dalam mengawasi konten di platform Facebook dan Instagram. Padahal, kedua platform tersebut masih menjadi sumber pendapatan utama perusahaan, di tengah persaingan ketat dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan Alphabet, OpenAI, dan Anthropic.



Micron Anjlok Meski Kinerja Solid

Selain itu, saham Micron Technology juga mengalami penurunan tajam lebih dari 15 persen dalam sepekan. Penurunan ini terjadi akibat aksi ambil untung investor setelah reli kuat sebelumnya.

Padahal, kinerja keuangan Micron menunjukkan hasil yang sangat positif. Pada laporan kuartal kedua, pendapatan perusahaan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 23,86 miliar dolar AS. Bahkan, perusahaan memproyeksikan margin kotor sekitar 80 persen pada kuartal berikutnya.

CEO Micron, Sanjay Mehrotra, menyebutkan bahwa pasokan memori saat ini sangat terbatas dan sulit ditingkatkan, yang turut mendukung kinerja perusahaan.

Harga Minyak Naik, Sentimen Pasar Tertekan

Meski begitu, sentimen positif tersebut belum cukup menenangkan pasar. Investor cenderung mengurangi eksposur pada saham teknologi seiring meningkatnya biaya energi dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak dunia bahkan ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026). Kenaikan ini dipicu insiden di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Di sisi lain, Donald Trump melalui platform Truth Social mengisyaratkan upaya untuk meredakan konflik dengan Iran. Namun, lonjakan harga energi tetap menjadi tekanan bagi pasar sekaligus berpotensi menjadi isu politik menjelang pemilu paruh waktu di AS.



Fokus Pasar Beralih ke Elon Musk dan SpaceX

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada langkah Elon Musk. Perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, yang memiliki valuasi sekitar 1,25 triliun dolar AS setelah bergabung dengan xAI, dikabarkan bersiap melantai di bursa melalui IPO besar.

Selain itu, Tesla juga dijadwalkan merilis laporan pengiriman kendaraan kuartalan pada pekan depan, yang dinilai akan menjadi salah satu indikator penting bagi pergerakan saham teknologi selanjutnya.

Kesimpulan

Penurunan Nasdaq sebesar 3,23 persen dalam sepekan mencerminkan kuatnya tekanan terhadap saham teknologi akibat kombinasi sentimen geopolitik dan faktor internal perusahaan.

Isu konflik Iran, lonjakan harga energi, serta masalah hukum yang menimpa sejumlah raksasa teknologi menjadi pemicu utama pelemahan pasar.

Meski beberapa perusahaan seperti Micron mencatat kinerja keuangan yang solid, hal tersebut belum mampu meredam kekhawatiran investor.

Ke depan, arah pergerakan pasar akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik global, kondisi ekonomi, serta sentimen dari aksi korporasi besar seperti rencana IPO SpaceX dan laporan kinerja Tesla.

Sumber: Kompas.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan