Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang dipenuhi berbagai amalan bernilai pahala besar. Menjelang datangnya bulan mulia tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, dzikir, sedekah, hingga mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha.
Berdasarkan perhitungan hisab imkan rukyat MABIMS, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026, sedangkan Idul Adha diprediksi berlangsung pada 27 Mei 2026. Meski demikian, penetapan resminya tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
اْلحَمْدُ للهِ ثُمَّ اْلحَمْدُ للهِ، وَسَلاَمٌ عَلَى عِبَادِهِ اَّلذِيْنَ اصْطَفَى، الحَمْدُ للهِ اْلوَاحِدِ اْلأَحَدِ اْلفَرْدِ الصَّمَدِ اَّلذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًّا أَحَدٌ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى وَأَسْتَهْدِيْهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ اْلمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا . وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَعَظِيْمِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا محَمَّدٍ بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ هَادِ يًا وَّمُبَشِّرا وَّنَذِيْرًا وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ سِرَاجًا وَّهَّاجًاوَّقَمَرًا مُّنِيْرًا ، فَهَدَى اللهُ بِهِ اْلأُمَّةَ وَكَشَفَ بِهِ عَنْهَا الغُمَّةَ وَبَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ فَجَزَاهُ اللهُ عَنَّا خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا مِنْ أَنْبِيَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى كُلِّ رَسُوْلٍ أَرْسَلَهُ.
أما بعدُ، أُوْصِي نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ تَعَاَلى يَقُوْلُ فِي القُرْءَانِ اْلكَرِيمِ : يَاأَيُّهَا اَّلذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوااللَه حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Mukadimah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah karena pahala yang dijanjikan Allah SWT sangat besar. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, Dzulhijjah juga identik dengan Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Ayat tersebut menjelaskan adanya empat bulan mulia atau bulan haram dalam Islam, salah satunya adalah
Dzulhijjah.
Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Dzulhijjah menjadi bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
berfirman:
(HR. Bukhari)
Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan
Ada banyak amalan yang dapat dilakukan selama bulan Dzulhijjah, terutama pada 10 hari pertama, di antaranya:
1. Memperbanyak Dzikir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Allah SW
T“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.”
(QS. Al-Hajj: 28)
2. Menjalankan Puasa Sunnah
Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, terutama puasa Arafah, memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW menyebut puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
3. Bersedekah dan Berkurban
Ibadah kurban menjadi salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi sarana berbagi kepada sesama.
Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Dzulhijjah sebagai Momentum Muhasabah
Bulan Dzulhijjah tidak hanya menjadi waktu memperbanyak ibadah, tetapi juga momentum introspeksi diri. Umat Islam diajak memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan sosial dengan sesama manusia.
Melalui ibadah kurban, sedekah, dan kepedulian terhadap orang lain, nilai keikhlasan dan pengorbanan semakin ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Keutamaan bulan Dzulhijjah hendaknya menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk meningkatkan amal saleh dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah, dzikir, puasa, sedekah, dan kurban, diharapkan umat Islam memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Komentar