Informasi
Beranda / Informasi / IHSG Diprediksi Koreksi pada 7 Mei 2026: Berikut Rekomendasi Saham dan Strategi Trading

IHSG Diprediksi Koreksi pada 7 Mei 2026: Berikut Rekomendasi Saham dan Strategi Trading

IHSG Diprediksi Koreksi pada 7 Mei 2026: Berikut Rekomendasi Saham dan Strategi Trading
IHSG Diprediksi Koreksi pada 7 Mei 2026: Berikut Rekomendasi Saham dan Strategi Trading

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026 diperkirakan masih menghadapi tekanan koreksi.

Setelah ditutup menguat tipis 0,05% ke level 7.092 pada Rabu, 6 Mei 2026, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan sekaligus mencermati rekomendasi saham dan strategi trading yang dinilai potensial.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase wave [v] dari wave A pada skenario label hitam atau awal wave B pada skenario label merah.

Kondisi tersebut membuat ruang koreksi IHSG masih cukup terbuka. Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan bergerak turun menuju area 6.645 hingga 6.838.

Namun jika sentimen pasar membaik, indeks masih berpeluang menguat dan menguji level 7.212 sampai 7.418. Sementara itu, level support IHSG berada di area 6.838 dan 6.745, sedangkan resistance berada di kisaran 7.022 hingga 7.240.



Proyeksi IHSG Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas

Berbeda dengan MNC Sekuritas, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang bergerak menguat pada perdagangan hari ini.

Pilarmas memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 6.950 dan resistance 7.160.

Proyeksi ini menunjukkan pasar masih memiliki peluang rebound meskipun tekanan koreksi tetap perlu diperhatikan investor.

Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini

Dilansir dari laman liputan6.com. Sejumlah saham direkomendasikan analis untuk dicermati investor dan trader pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham:

  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
  • PT Sentul City Tbk (BKSL)
  • PT Timah Tbk (TINS)

Sedangkan MNC Sekuritas memilih beberapa saham unggulan berikut:

  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
  • PT Sentul City Tbk (BKSL)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  • PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA)



Analisis Teknikal Saham BIPI

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) naik 3,25% ke level 254 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat.

Menurut analisis MNC Sekuritas, pergerakan BIPI saat ini diperkirakan berada pada fase wave [c] dari wave 2.

Rekomendasi Trading BIPI

  • Trading Buy: 248–254
  • Target Price: 268 dan 276
  • Stop Loss: di bawah 240

Analisis Teknikal Saham BKSL

PT Sentul City Tbk (BKSL) menguat 6,60% ke posisi 113. Kenaikan tersebut turut disertai peningkatan volume pembelian, meskipun laju saham masih tertahan di area MA20.

Analis menilai BKSL sedang berada di awal wave 1 dari wave (C), sehingga masih memiliki peluang penguatan lanjutan.

Rekomendasi Trading BKSL

  • Buy on Weakness: 108–111
  • Target Price: 122 dan 133
  • Stop Loss: di bawah 105



Saham UNVR Berhasil Tembus MA20

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melonjak signifikan sebesar 10,06% ke level 1.805.

Penguatan tersebut didukung volume beli yang meningkat serta keberhasilan harga menembus MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan UNVR sedang bergerak pada bagian wave [a] dari wave B pada wave (B).

Rekomendasi Trading UNVR

  • Buy on Weakness: 1.675–1.770
  • Target Price: 1.955 dan 2.060
  • Stop Loss: di bawah 1.615

ESSA Dinilai Rawan Koreksi

PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga mencatat kenaikan sebesar 6,47% ke level 905 dan masih bergerak di atas MA20.

Meski demikian, analis melihat penguatan ESSA mulai terbatas karena diperkirakan sedang berada di akhir wave b dari wave (iv).

Kondisi ini membuat saham ESSA berpotensi mengalami koreksi menuju area 785–825.

Rekomendasi Trading ESSA

  • Sell on Strength: 915–935



Kesimpulan

IHSG pada perdagangan 7 Mei 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi yang masih cukup besar.

Investor disarankan mencermati area support dan resistance penting sebelum mengambil keputusan transaksi.

Beberapa saham seperti BIPI, BKSL, dan UNVR masih dinilai memiliki peluang penguatan, sementara ESSA disarankan untuk strategi sell on strength karena rawan mengalami koreksi teknikal.

Sumber : https://www.liputan6.com/saham/read/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan