Perjalanan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, baik untuk urusan pekerjaan, ibadah, maupun keperluan lainnya.
Dalam Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa agar mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Dalam Islam, perjalanan bukan sekadar aktivitas fisik berpindah tempat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur serta memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW telah mengajarkan doa-doa khusus yang dibaca saat naik kendaraan, selama perjalanan, hingga ketika kembali pulang.
Ajaran ini bersumber dari Alquran dan hadis sahih, sehingga menjadi pedoman penting bagi umat Islam dalam menjalani safar dengan penuh keberkahan.
Doa Naik Kendaraan dalam Alquran
Landasan utama doa naik kendaraan terdapat dalam QS. Az-Zukhruf ayat 12–14.
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan berbagai sarana transportasi untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan.
Berikut ayatnya:
وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Latin:
Walladzī khalaqal-azwāja kullahā wa ja‘ala lakum minal-fulki wal-an‘āmi mā tarkabūn… wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya:
“Dialah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan menyediakan bagi kalian kapal serta hewan ternak yang dapat ditunggangi. Agar kalian duduk di atasnya, kemudian mengingat nikmat Tuhan ketika telah berada di atasnya, lalu mengucapkan: Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Ayat ini mengajarkan pentingnya mengingat nikmat Allah serta menumbuhkan kesadaran bahwa segala kemudahan berasal dari-Nya.
Doa Naik Kendaraan Berdasarkan Hadis
Selain dari Alquran, doa naik kendaraan juga dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Muslim dari Ibnu Umar RA.
Rasulullah SAW membaca doa saat menaiki kendaraan dengan diawali takbir sebanyak tiga kali.
Isi doa tersebut meliputi:
- Pengagungan kepada Allah SWT
- Permohonan kebaikan, ketakwaan, dan amal yang diridhai
- Harapan agar perjalanan dimudahkan
- Perlindungan dari kesulitan dan hal-hal yang tidak diinginkan
Doa ini mencerminkan sikap tawakal sekaligus kesadaran bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap perjalanan. Dilansir dari laman cahaya.kompas.com
Doa Ketika Dalam Perjalanan
Selama safar, umat Islam dianjurkan untuk terus berdzikir dan berdoa.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ
Latin:
Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis-safar, wal-khalīfatu fil-ahl.
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga bagi keluarga yang kami tinggalkan.”
Doa ini menegaskan bahwa perlindungan Allah mencakup perjalanan dan keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Doa Saat Kembali dari Perjalanan
Ketika pulang dari safar, Rasulullah SAW membaca doa yang sama seperti saat berangkat, kemudian menambahkan kalimat pujian sebagai bentuk rasa syukur.
Berikut lafaznya:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Latin:
Āibūna tāibūna ‘ābidūna lirabbinā ḥāmidūn.
Artinya:
“Kami kembali dalam keadaan bertobat, tetap beribadah, dan memuji Tuhan kami.”
Doa ini menjadi ungkapan syukur atas keselamatan serta komitmen untuk tetap taat kepada Allah SWT.
Amalan Sunnah Sebelum dan Selama Safar
Selain membaca doa, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan saat bepergian, antara lain:
- Melaksanakan shalat dua rakaat sebelum berangkat
- Berpamitan kepada keluarga dengan doa:
Astawdi‘ukallāha dīnak, wa amānatak, wa khawātīma ‘amalik - Memperbanyak dzikir dan istighfar sepanjang perjalanan
Amalan ini menunjukkan bahwa perjalanan dalam Islam selalu diiringi kesiapan spiritual.
Hikmah Membaca Doa Perjalanan
Mengamalkan doa safar memberikan berbagai pelajaran berharga, di antaranya:
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat fasilitas perjalanan
- Menghindarkan diri dari kesombongan terhadap kemampuan manusia
- Melatih sikap tawakal kepada Allah SWT
- Menjadikan perjalanan sebagai bagian dari ibadah
Kesimpulan
Doa naik kendaraan dan doa selama perjalanan merupakan tuntunan lengkap dalam Islam yang bersumber dari Alquran dan hadis sahih.
Dengan mengamalkannya, seorang Muslim tidak hanya memperoleh keselamatan dalam perjalanan, tetapi juga keberkahan dalam setiap langkahnya.
Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana memulai, menjalani, hingga mengakhiri perjalanan dengan doa.
Oleh karena itu, membiasakan amalan ini sangat penting agar setiap safar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Sumber : https://cahaya.kompas.com/










