Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara materi maupun spiritual, agar dapat melaksanakan ibadah qurban dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Pemahaman tentang makna, niat, serta tata cara qurban menjadi hal penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Setiap perayaan Idul Adha, umat Islam di berbagai penjuru dunia melaksanakan ibadah qurban sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Ibadah ini tidak sekadar menyembelih hewan, tetapi juga mencerminkan keikhlasan, ketundukan, dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Lalu, bagaimana lafaz doa dan niat yang benar saat menyembelih hewan qurban? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Pengertian Qurban dalam Islam
Secara bahasa, qurban berasal dari kata Arab qurbān (قربان) yang berarti “dekat”. Makna ini menunjukkan bahwa ibadah qurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam buku Buku Saku Fikih Qurban: Qurban Kekinian (2022) karya Oni Sahroni dan tim, dijelaskan bahwa qurban memiliki nilai spiritual yang mendalam.
Hal ini juga diperkuat oleh hadits Nabi Muhammad SAW:
“Shalat adalah qurban (mendekatkan diri) dan puasa adalah perisai.” (HR Ahmad 15284)
Dari sini, para ulama memahami bahwa qurban merupakan bentuk penghambaan yang diwujudkan melalui pengorbanan harta terbaik berupa hewan ternak.
Hukum Melaksanakan Qurban
Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu.
Dalam Fiqh Sunnah (2018), Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa qurban juga termasuk sunnah kifayah.
Artinya, jika dalam satu keluarga sudah ada yang berqurban, maka kewajiban tersebut dianggap cukup untuk anggota keluarga lainnya.
Rasulullah SAW sendiri pernah berqurban seekor kambing yang diniatkan untuk beliau, keluarganya, dan umatnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim (no. 1967).
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Jumhur ulama membolehkan satu kambing untuk satu keluarga.
- Imam Abu Hanifah memandang hal tersebut makruh karena satu kambing idealnya untuk satu orang.
Niat Qurban yang Dianjurkan
Sebelum menyembelih hewan qurban, seorang Muslim dianjurkan untuk berniat.
Niat ini dapat dilafalkan atau cukup dalam hati.
Contoh lafaz niat:
“Aku niat berqurban dengan kambing ini karena Allah Ta’ala.”
Jika qurban dilakukan untuk orang lain (misalnya anak kecil atau yang tidak mampu berniat), maka wali dapat meniatkannya dalam hati.
Waktu Membaca Niat
Terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu niat:
- Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali: niat boleh sejak menentukan hewan hingga proses penyembelihan.
- Mazhab Syafi’i: niat dilakukan saat penyembelihan berlangsung.
Jika penyembelihan diwakilkan, maka pihak penyembelih atau panitia akan mewakili niat tersebut.
Doa Menyembelih Hewan Qurban
Saat proses penyembelihan, terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Doa ini dibaca ketika akan atau saat menyembelih hewan.
Lafaz doa:
“Bismillahi, Allahu Akbar. Allahumma hadza minka wa laka. Allahumma taqabbal مني.”
Artinya:
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (qurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku.”
Jika qurban dilakukan atas nama orang lain, maka disunnahkan menyebutkan namanya:
“Allahumma taqabbal min (nama orang).”
Doa ini sebaiknya dibaca saat pisau mulai menyentuh leher hewan.
Meskipun sebagian ulama menyatakan qurban tetap sah jika lupa membaca basmalah, namun membacanya tetap sangat dianjurkan karena merupakan sunnah Nabi. Dilansir dari laman kompas.com
Tujuan dan Hikmah Ibadah Qurban
Qurban bukan hanya ritual penyembelihan, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas, baik secara spiritual maupun sosial.
Menurut Oni Sahroni dan tim, tujuan qurban meliputi:
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Melatih keikhlasan dan pengorbanan
- Mempererat hubungan sosial melalui pembagian daging
- Menumbuhkan rasa empati terhadap sesama
Bagi penerima, daging qurban menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan.
Sementara bagi yang berqurban, ini adalah bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT.
Kesimpulan
Ibadah qurban pada tahun 2026 hendaknya dimaknai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Qurban adalah simbol ketundukan, keikhlasan, dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Dengan memahami niat, doa, serta tata cara pelaksanaannya, ibadah ini dapat dilakukan dengan lebih sempurna.
Mulailah dengan memilih hewan terbaik, meluruskan niat karena Allah, serta membaca doa saat penyembelihan dengan penuh kesadaran.
Pada akhirnya, qurban mengajarkan bahwa dalam hidup, ada hal yang perlu kita relakan demi meraih ridha Allah.
Dari pengorbanan itu, lahir keikhlasan, kepedulian, dan hubungan yang lebih erat antara manusia dengan Tuhannya maupun sesama manusia.
Sumber: https://www.kompas.com/









