Dalam kehidupan modern yang penuh tuntutan komunikasi, kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan percaya diri menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu.
Kemampuan berbicara dengan lancar tanpa rasa gugup merupakan keterampilan penting, terutama dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Keterampilan ini sangat membantu dalam menyampaikan ide, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan diri.
Dalam Islam, terdapat doa yang dapat diamalkan untuk memohon kelancaran berbicara, yaitu doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Thaha ayat 25–29. Dilansir dari laman cahaya.kompas.com
Keutamaan Membaca Doa Sebelum Berbicara
Membaca doa sebelum berbicara memiliki manfaat besar, yaitu membantu seseorang menjadi lebih lancar dalam menyampaikan kata-kata dan mengurangi rasa gugup.
Hal ini dicontohkan oleh Nabi Musa AS yang memiliki keterbatasan dalam berbicara.
Ketika hendak menghadapi Firaun, Nabi Musa memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam berbicara sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.
Doa ini menunjukkan pentingnya memohon pertolongan Allah dalam menghadapi situasi yang menuntut kemampuan komunikasi.
Menariknya, Nabi Musa tidak meminta kesembuhan secara permanen, melainkan hanya memohon kemudahan sesuai kebutuhan.
Hal ini menunjukkan sikap tawadhu para nabi yang hanya meminta secukupnya.
Kisah Nabi Musa dan Kelu Lidah
Dalam sejarahnya, Nabi Musa AS mengalami kondisi lidah yang tidak lancar berbicara.
Kejadian ini bukan sejak lahir, melainkan terjadi saat beliau masih bayi.
Dalam kitab Qashashul Anbiya’ karya Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ketika Nabi Musa kecil berada di istana Firaun, ia pernah menarik jenggot Firaun.
Hal ini membuat Firaun curiga terhadapnya.
Untuk menguji, Firaun meletakkan dua benda di hadapan Nabi Musa, yaitu buah dan bara api.
Nabi Musa hampir memilih buah, namun atas izin Allah, tangannya diarahkan ke bara api.
Bara tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya sehingga menyebabkan lidahnya menjadi kelu.
Peristiwa inilah yang menjadi sebab Nabi Musa berdoa agar diberikan kelancaran dalam berbicara.
Bacaan Doa Agar Lancar Berbicara
Bacaan Arab
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Bacaan Latin
Rabbis rahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqahu qaulii
Artinya
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.”
Cara Mengamalkan Doa Nabi Musa AS
Doa ini dapat diamalkan ketika seseorang akan menghadapi situasi yang membutuhkan kelancaran berbicara, seperti presentasi, wawancara, atau berbicara di depan umum.
Agar lebih optimal, doa sebaiknya dibaca dalam keadaan suci dan menghadap kiblat jika memungkinkan.
Selain itu, mengulang bacaan doa beberapa kali juga dapat membantu meningkatkan keyakinan dan ketenangan diri.
Dengan rutin mengamalkan doa ini, diharapkan seseorang dapat lebih percaya diri dan tidak mudah gugup saat berbicara.
Kesimpulan
Doa Nabi Musa AS dalam Surah Thaha ayat 25–29 merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi siapa saja yang ingin berbicara dengan lancar dan percaya diri.
Doa ini mengajarkan pentingnya memohon pertolongan Allah dalam setiap urusan, termasuk dalam berkomunikasi.
Dengan memahami makna dan cara mengamalkannya, serta diiringi usaha dan latihan, seseorang dapat mengatasi rasa gugup dan menyampaikan pesan dengan lebih baik.
Semoga doa ini menjadi salah satu ikhtiar yang membawa kemudahan dalam setiap aktivitas berbicara.
Sumber : https://cahaya.kompas.com/










