Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Waspada IHSG Melemah! Ini Saham yang Justru Siap Terbang Hari Ini

Waspada IHSG Melemah! Ini Saham yang Justru Siap Terbang Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berakhir di zona hijau pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Berdasarkan data dari IDX Mobile, IHSG ditutup naik signifikan sebesar 1,93% ke level 7.149,25.

Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks terpantau cukup fluktuatif dengan rentang di level 7.136,25 hingga 7.207,17. Aktivitas pasar juga tergolong ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,44 triliun, volume perdagangan sebanyak 29,99 miliar saham, serta frekuensi transaksi sekitar 1,989 juta kali.



Saham Big Caps Jadi Motor Penguatan IHSG

Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) yang mendominasi pasar.

Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan signifikan antara lain:

  • PT Bumi Resources Tbk melonjak 10,19% ke Rp238
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk naik 7,83% ke Rp1.170
  • PT Vale Indonesia Tbk menguat 7,48% ke Rp5.750

Selain itu, penguatan juga terjadi pada:

  • PT Barito Pacific Tbk naik 6,96% ke Rp1.460
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk naik 6,37% ke Rp3.340
  • PT Aneka Tambang Tbk menguat 6% ke Rp3.710



Saham Energi Jadi Penekan Indeks

Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi pemberat laju IHSG, terutama dari sektor energi.

Saham-saham yang mengalami tekanan antara lain:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk turun 7,67% ke Rp1.685
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk melemah 6,56% ke Rp27.775
  • PT Bukit Asam Tbk terkoreksi 6,29% ke Rp2.980
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk turun 5,76% ke Rp10.625

Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

Tim riset dari Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya harapan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah.

Perubahan narasi terkait operasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai lebih positif. Bahkan, Donald Trump disebut terbuka terhadap upaya mengakhiri konflik tanpa eskalasi besar, termasuk tanpa penutupan Selat Hormuz.

Di sisi lain, media pemerintah Iran juga mengabarkan kesiapan untuk mengakhiri konflik jika mendapatkan jaminan keamanan. Meski belum sepenuhnya terkonfirmasi, sentimen ini berdampak pada penurunan harga minyak mentah yang menjadi katalis positif bagi pasar saham.



Inflasi Domestik Maret 2026 Terkendali

Dari dalam negeri, data inflasi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Inflasi tahunan (year-on-year) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 110,95.

Kenaikan inflasi didorong oleh beberapa kelompok utama, di antaranya:

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya (15,32%)
  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (7,24%)
  • Makanan, minuman, dan tembakau (3,34%)

Selain itu, kontribusi juga datang dari sektor kesehatan, restoran, pendidikan, hingga transportasi. Namun, tekanan inflasi sedikit tertahan oleh penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,03%.



Penutup

Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada perdagangan kemarin menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cukup positif, terutama ditopang oleh pergerakan saham-saham big caps dan meredanya kekhawatiran global. Meski demikian, tekanan dari sektor energi dan fluktuasi harga komoditas tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai investor.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan harga minyak, serta data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi arah IHSG. Strategi selektif dalam memilih saham dengan fundamental kuat dan momentum positif menjadi kunci untuk tetap meraih peluang di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Sumber : https://market.bisnis.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan