Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Minum Kopi dan Teh Saat Sahur, Amankah? Ini Dampaknya bagi Tubuh Menurut Ahli Gizi

Minum Kopi dan Teh Saat Sahur, Amankah? Ini Dampaknya bagi Tubuh Menurut Ahli Gizi

Sebagian orang terbiasa minum kopi atau teh saat sahur agar tetap segar dan tidak mengantuk selama menjalani puasa Ramadan. Kandungan kafein di dalamnya memang dikenal mampu meningkatkan kewaspadaan dalam waktu singkat. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu dianjurkan dari sisi kesehatan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, M.Sc., Sp.Gk., menjelaskan bahwa konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh saat sahur sebaiknya dihindari. Alasannya, kedua minuman tersebut memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine.

Efek Diuretik Tingkatkan Risiko Dehidrasi

Sifat diuretik pada kopi dan teh membuat tubuh lebih sering buang air kecil setelah dikonsumsi. Kondisi ini menyebabkan cairan tubuh lebih cepat keluar, padahal selama puasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang cukup lama.

Jika cairan yang tersimpan berkurang, risiko dehidrasi pun meningkat. Terlebih bagi orang yang menjalani aktivitas padat atau berada di lingkungan bersuhu panas. Dehidrasi dapat memicu berbagai keluhan seperti lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya produktivitas.

Karena itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh saat sahur jauh lebih penting dibandingkan mengandalkan kafein untuk menambah energi.

Berisiko Picu Gangguan Lambung

Selain meningkatkan risiko dehidrasi, konsumsi kopi saat sahur juga dapat berdampak pada kesehatan lambung, terutama bila diminum dalam kondisi perut kosong. Kandungan kafein diketahui dapat merangsang produksi asam lambung.

Pada sebagian orang, hal ini bisa menimbulkan rasa perih, mual, hingga memperburuk gejala maag. Bagi individu yang memiliki riwayat gangguan lambung, sebaiknya lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kembali kebiasaan minum kopi saat sahur.

Tidak Efektif Cegah Kantuk Seharian

Banyak orang memilih minum kopi saat sahur agar tetap terjaga sepanjang hari. Meski kafein dapat meningkatkan fokus dalam jangka pendek, efeknya tidak berlangsung lama.

Di sisi lain, jika tubuh mengalami dehidrasi akibat efek diuretik, rasa lemas justru bisa muncul lebih cepat. Selain itu, konsumsi kafein yang terlalu dekat dengan waktu istirahat juga berpotensi mengganggu kualitas tidur, terutama bagi individu yang sensitif terhadap kafein.

Waktu Terbaik Minum Kopi dan Teh Saat Puasa

Sebagai alternatif, konsumsi kopi dan teh lebih disarankan saat berbuka puasa, bukan ketika sahur. Dengan begitu, tubuh masih memiliki waktu untuk mengganti cairan yang hilang sebelum kembali berpuasa keesokan harinya.

Meski diperbolehkan saat berbuka, jumlahnya tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Prioritaskan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian selama Ramadan.

Pada akhirnya, menjaga hidrasi dan pola makan seimbang saat sahur merupakan kunci utama agar tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.

Kesimpulan

Minum kopi dan teh saat sahur memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dalam jangka pendek, tetapi kebiasaan ini berisiko menimbulkan efek samping seperti meningkatnya produksi urine, risiko dehidrasi, hingga gangguan lambung.

Selama berpuasa, menjaga keseimbangan cairan tubuh jauh lebih penting dibandingkan mengandalkan kafein untuk menambah energi. Oleh karena itu, konsumsi kopi dan teh lebih disarankan saat berbuka puasa dengan jumlah yang tetap dibatasi serta disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan