Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Ibadah ini dikerjakan setelah salat Isya dan menjadi amalan khas yang hanya ada di bulan suci. Banyak umat Islam melaksanakan Tarawih secara berjamaah di masjid, namun tidak sedikit pula yang memilih mengerjakannya di rumah bersama keluarga atau bahkan sendiri.
Melaksanakan Tarawih di rumah tetap memiliki keutamaan selama dilakukan dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tata cara yang benar. Bahkan, dalam kondisi tertentu seperti kesibukan, jarak, atau keadaan khusus lainnya, shalat di rumah bisa menjadi pilihan yang lebih memungkinkan.
Agar ibadah semakin khusyuk dan sah sesuai tuntunan, penting untuk memahami niat serta urutan pelaksanaan Tarawih dan Witir dengan benar. Berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara shalat Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat (2 rakaat + 1 rakaat) yang dapat diamalkan di rumah.
Membaca Niat Shalat Tarawih Sendiri
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk shalat Tarawih. Niat dilakukan di dalam hati sebagai bentuk kesungguhan untuk melaksanakan ibadah karena Allah SWT. Tidak ada ketentuan khusus harus melafalkannya dengan suara keras, namun boleh dibaca secara pelan untuk membantu menghadirkan niat di hati. Merujuk dari liputan 6 berikut bacaan niat shalat Tarawih sendiri:
Jika ingin melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat dengan cara dua rakaat salam, dua rakaat salam, begitu seterusnya, maka bacaan niatnya sebagai berikut.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunah tarawih dua raka’at karena Allah Ta’ala”
Akan tetapi jika hendak melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat dengan cara 4 rakaat salam, 4 rakaat salam, makan bacaan niatnya sebagai beikut:
اُصَلِّىسُنَّةَالتَّرَاوِيْحَِارْبَعَرَكَعَاتٍمُسْتَقْبِلَالْقِبْلَةِأَدَاءًِللهِتَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi arba’ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.
Artinya: “ Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
Tata Cara Shalat Tarawih 8 Rakaat (Dua Rakaat Salam)
Shalat Tarawih dapat dilaksanakan sebanyak 8 rakaat dengan pembagian dua rakaat satu salam. Artinya, setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, kemudian berdiri kembali untuk dua rakaat berikutnya hingga genap delapan rakaat. Berikut urutan pelaksanaannya:
- Berdiri menghadap kiblat bagi yang mampu.
- Membaca niat dalam hati.
- Mengangkat kedua tangan dan membaca takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah (jika ingin).
- Membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud pertama dengan tuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Pada rakaat kedua, urutannya sama seperti rakaat pertama. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir, membaca tahiyat, shalawat, dan doa sebelum salam. Kemudian mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri. Itulah dua rakaat pertama. Untuk rakaat ketiga dan keempat, serta seterusnya hingga delapan rakaat, caranya sama persis, dimulai kembali dengan niat dua rakaat Tarawih.
Dalam pelaksanaannya di rumah, bacaan surah dapat disesuaikan dengan kemampuan. Tidak ada ketentuan panjang pendek bacaan, yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan ketenangan dalam setiap gerakan.
Baca Juga : Sejarah Shalat Tarawih: Asal Usul, Dalil, dan Keutamaannya di Bulan Ramadhan
Tata Cara Shalat Witir 2 Rakaat + 1 Rakaat
Setelah menyelesaikan Tarawih, dianjurkan untuk menutup rangkaian ibadah malam dengan shalat Witir. Witir berarti ganjil, sehingga jumlah rakaatnya harus ganjil. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dua rakaat salam, kemudian satu rakaat salam.
Dua Rakaat Pertama
- Niat shalat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surah pendek.
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi bacaan serta gerakan seperti rakaat pertama.
- Duduk tasyahud akhir, membaca tahiyat dan shalawat.
- Salam.
Satu Rakaat Terakhir
Setelah salam, berdiri kembali untuk satu rakaat terakhir dengan niat:
- Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillāhi ta‘ālā.
- Artinya: Saya niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.
- Kemudian:
- Takbiratul ihram.
- Membaca Al-Fatihah dan surah pendek.
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir.
- Membaca doa qunut (boleh dibaca atau tidak, tergantung kebiasaan).
- Salam.
Dengan demikian, total Witir yang dikerjakan adalah tiga rakaat dengan dua kali salam.
Baca Juga : Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3) Lengkap dengan Niat dan Penjelasannya
Kesimpulan
Shalat Tarawih di rumah merupakan ibadah sunnah yang tetap bernilai besar jika dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan. Pelaksanaannya tidaklah rumit, karena dilakukan dua rakaat satu salam hingga genap delapan rakaat, kemudian ditutup dengan shalat Witir tiga rakaat (dua rakaat dan satu rakaat).
Yang terpenting dalam menjalankan Tarawih adalah menjaga niat, kekhusyukan, serta ketenangan dalam setiap gerakan dan bacaan.
Tidak perlu terburu-buru, karena tujuan utama ibadah ini adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan Ramadan. Semoga dengan memahami tata cara yang benar, kita dapat melaksanakan Tarawih di rumah dengan lebih yakin, tenang, dan penuh keikhlasan.









