Tim peneliti Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU menyiapkan empat instrumen astronomi untuk memfasilitasi pemantauan hilal.
Peralatan tersebut terdiri dari teleskop utama, teleskop pendukung untuk kamera astronomi, teleskop tambahan di halaman, serta binokuler yang dapat digunakan pengunjung.
Tim peneliti OIF UMSU, Haryadi Putraga, mengatakan teleskop utama yang digunakan adalah Bresser AR-152 dengan diameter lensa 152 mm yang mampu menangkap objek langit dengan jelas.
“Di rumah teleskop ada dua teleskop, salah satunya Bresser AR-152 yang berukuran besar. Itu digunakan untuk observasi langsung dan dokumentasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/02/2026).
Selain itu, teleskop William Optics ZenithStar berdiameter 71 mm digunakan khusus untuk kebutuhan kamera astronomi dan siaran langsung. Menurutnya, teleskop ini berperan penting dalam mendukung dokumentasi visual pengamatan hilal.
“Nah, yang satu lagi difokuskan untuk penggunaan kamera astronomi dan live streaming. Jadi masyarakat bisa mengikuti pemantauan secara langsung,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyediakan teleskop tambahan di area luar serta binokuler yang dapat digunakan oleh tamu atau masyarakat yang ingin melihat langsung proses observasi.
“Kalau ada masyarakat atau tamu yang ingin observasi, kita berikan kesempatan menggunakan teleskop di halaman. Selain itu, ada juga binokuler yang bisa dipakai,” katanya.
Meski cuaca mendung, tim memastikan seluruh peralatan telah siap digunakan dan diarahkan ke posisi benda langit. Sistem teleskop yang digunakan juga telah dilengkapi fitur tracking otomatis untuk mengikuti pergerakan bulan.
“Kita tetap *standby*. Teleskop sudah diarahkan dan akan terus mengikuti posisi benda langit, sehingga kalau cuaca tiba-tiba cerah, kita bisa langsung melakukan pengamatan,” pungkasnya.

Komentar