Tim peneliti Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU tetap melaksanakan pemantauan hilal meski cuaca mendung menyelimuti langit.
Sejumlah teleskop dan instrumen astronomi telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca menjelang waktu pengamatan.
Tim peneliti OIF UMSU,Haryadi Putraga, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan dua teleskop permanen yang ditempatkan di rumah teleskop beratap otomatis.
“Kalaupun nanti turun hujan, atapnya bisa langsung ditutup. Satu teleskop lagi rencananya akan kami keluarkan setelah ashar, menunggu kondisi cuaca membaik,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/02/2026).
Ia menambahkan, apabila hujan turun, peralatan akan segera dibongkar dan dipindahkan ke tempat yang aman. Meski dalam kondisi mendung, tim tetap siaga karena cuaca masih berpotensi berubah menjelang matahari terbenam.
“Walaupun sekarang mendung, bisa saja dua jam ke depan langit cerah. Teleskop sudah kami arahkan dan sistemnya tracking, jadi akan terus mengikuti posisi benda langit. Kalau cuaca memungkinkan, kita bisa segera lakukan observasi,” jelasnya.
Namun, Haryadi menegaskan bahwa jika hilal tidak terlihat akibat cuaca, penentuan awal Ramadan di kalangan Muhammadiyah tetap mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
“Kami mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jadi tidak menunggu sidang isbat pemerintah. Di sini kami hanya sebagai fasilitator observasi,” pungkasnya.









