Tradisi mandi pangir masih menjadi bagian penting bagi sebagian masyarakat di Sumatera Utara dalam menyambut Bulan Suci Ramadan remembered sebagai simbol penyucian diri secara lahir dan batin.
Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi warisan budaya yang terus dijaga hingga saat ini.
Mandi pangir merupakan tradisi mandi menggunakan ramuan alami yang terdiri dari berbagai bahan seperti daun pandan, jeruk purut, daun jeruk, bunga kenanga, dan akar wangi.
Ramuan tersebut direbus hingga menghasilkan aroma khas yang digunakan untuk membersihkan tubuh sekaligus memberikan kesegaran.
Salah satu masyarakat, Muhammad Firzatullah Sherwin Nst mengungkapkan bahwa setiap mau menyambut bulan Suci Ramadhan dia tak pernah luput ketinggalan dalam mengikuti tradisi ini.
” Setiap mau bulan puasa biasa saya membeli pangir. karena saya rasa ini sudah menjadi tradisi menuju bulan Ramadhan,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (15/02/2026).
Kemudian ia mengungkapkan saat setelah mandi pangir wangi nya sangat segar.
” Setelah mandi biasanya saya rasakan aroma yang wangi karena gimana ya, ini nyambut bulan ramadhan semestinya kita mencuci kan diri,” ujarnya.
Terakhir dia mengatakan harapannya buat masyarakat agar tradisi ini jangan hilang dan selalu di jaga.
” Semoga tradisi ini gak pernah luntur dimakan zaman karena ini tradisi yang sakral menurut saya dalam menyambut puasa,” pungkasnya.
Dalam praktiknya, tradisi ini dilakukan satu hingga dua hari sebelum Ramadan tiba. Dahulu, masyarakat melaksanakan mandi pangir secara bersama-sama di sungai, danau, atau telaga.
Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut kini lebih banyak dilakukan di rumah masing-masing untuk menjaga nilai kesopanan dan kenyamanan.
Tradisi mandi pangir tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan tubuh, tetapi juga sebagai simbol penyucian diri dan persiapan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Masyarakat percaya bahwa kebersihan jasmani dan rohani menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan kekayaan budaya lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Pelestarian tradisi mandi pangir dinilai penting agar warisan budaya tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Komentar