Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Rektor UMSU Prof Agussani Terima SK PPDS UMSU

Rektor UMSU Prof Agussani Terima SK PPDS UMSU

Rektor UMSU Prof Agussani Terima SK PPDS UMSU
Rektor UMSU Prof Agussani Terima SK PPDS UMSU

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Agussani, M.AP menerima Surat Keputusan (SK) pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, M.Eng., Ph.D.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor II UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMSU, dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K) dan Wakil Dekan I FKIK UMSU dr. Rahmanita Sinaga, M.Ked(OG), Sp.OG.

Acara tersebut digelar dalam peluncuran 24 PPDS di lingkungan (PTMA) yang dilaksanakan di UMY Student Dormitory, Jumat (13/2).



Muhammadiyah Jadikan Pendidikan dan Kesehatan Sebagai Ibadah Dan Pengabdian

Dalam sambutannya, Menteri Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai bentuk ibadah sosial dan pengabdian nyata kepada umat dan bangsa.

Kehadiran fakultas kedokteran dan Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) merupakan manifestasi dari Gerakan Islam Berkemajuan yang menjawab persoalan zaman melalui ilmu, tata kelola organisasi, dan kerja kolektif, ujar Prof Brian Yuliarto.



‘Tidak tanggung-tanggung. Bukan hanya satu, tetapi 24 PPDS yang hari ini dilaunching. Ini langkah besar,” ujarnya .

Menteri mengingatkan bahwa pencapaian ini harus diiringi dengan komitmen menjaga dan meningkatkan mutu. Ia meminta agar seluruh pengelola PPDS memastikan standar akademik dan layanan klinis tetap terjaga sehingga program tersebut dapat menjadi rujukan nasional.

Kualitas harus dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan sampai ketika dievaluasi justru nilainya kurang baik,” tegas menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Prof. Brian Yuliarto, M.Eng., Ph.D menekankan pentingnya menjaga orientasi utama pendidikan dokter spesialis sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar ruang komersialisasi. Apabila tujuan utama adalah melahirkan dokter spesialis yang berkualitas dan berdedikasi, menurut menteri, maka dampak finansial akan mengikuti sebagai konsekuensi, bukan sebagai tujuan.



Kalau yang dikejar hanya materi, biasanya yang lain tidak dapat. Tetapi kalau niatnya menghasilkan dokter yang bermanfaat, yang mengabdi sepenuh hati, justru rezekinya akan mengikuti,” ujarnya.

Penulis : Muhammad Syafii (@faidemplon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan