Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu ajaran utama dalam Islam yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Dalam berbagai hadits, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa menghormati dan melayani orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi jalan menuju ridha Allah dan surga.
Bahkan dalam banyak dalil, perintah berbakti kepada orang tua selalu disejajarkan dengan ibadah besar seperti shalat dan jihad.
Berikut ini adalah 9 hadits tentang keutamaan berbakti kepada orang tua yang penting untuk diamalkan.
1. Amal Paling Utama Setelah Shalat
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه سألتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قلتُ يَا رسولَ الله أَيُّ العملِ أفضَلُ قال الصلاةُ على مِيْقاتِها قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قال ثُمَّ بِرُّ الوالِدَيْنِ قلتُ ثُمَّ أَيٌّ قال الجِهادُ في سبيلِ اللهِ
Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua berada di posisi tertinggi setelah shalat.
2. Merawat Orang Tua adalah Jihad
عن عَبْد اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَحَىٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Artinya: Seorang sahabat meminta izin berjihad kepada Nabi ﷺ. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ya.” Nabi bersabda, “Maka pada keduanya engkau berjihad.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah)
Mengurus orang tua memiliki nilai pahala seperti berjihad di jalan Allah.
3. Wajib Membahagiakan Orang Tua
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَىَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
Artinya: Seseorang berkata kepada Rasulullah ﷺ bahwa ia meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis. Beliau bersabda, “Kembalilah dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis.” (HR Abu Dawud)
Islam sangat menekankan pentingnya membahagiakan hati orang tua.
4. Surga di Bawah Kaki Ibu
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السُّلَمِيِّ … فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلِهَا
Artinya: Rasulullah ﷺ bersabda, “Dekatilah ibumu, karena sesungguhnya surga berada di bawah telapak kakinya.” (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah)
Kedudukan ibu sangat tinggi dalam Islam, bahkan menjadi jalan menuju surga.
5. Orang Tua adalah Pintu Surga
الوالِدُ أوسَطُ أبوابِ الجَنَّةِ، فإِنْ شِئْتَ فأضِعْ ذلِكَ البَابَ أو احْفَظْهُ
Artinya: “Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau, sia-siakanlah pintu itu atau jagalah.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Berbakti kepada orang tua berarti menjaga pintu menuju surga.
6. Membuka Pintu Rezeki dan Panjang Umur
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ فِي عُمْرِهِ، وَيُزَادَ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ
Artinya: “Barang siapa ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada orang tuanya.” (HR Ahmad)
Birrul walidain menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.
7. Lalai pada Orang Tua Bisa Menghalangi Surga
رَغِمَ أنْفُهُ … مَنْ أدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ … ثمَّ لَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ
Artinya: “Celakalah orang yang mendapati orang tuanya di usia tua, namun tidak membuatnya masuk surga.” (HR Muslim)
Kesempatan berbakti saat orang tua lanjut usia tidak boleh disia-siakan.
8. Ridha Allah Bergantung pada Orang Tua
رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ
Artinya: “Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka keduanya.” (HR Tirmidzi)
Kunci keridhaan Allah ada pada perlakuan kita terhadap orang tua.
9. Tetap Berbakti Meski Orang Tua Sudah Wafat
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيْهِ بَعْدَهُ
Artinya: “Siapa yang ingin menyambung hubungan dengan ayahnya di alam kubur, maka hendaklah ia menyambung hubungan dengan teman-teman ayahnya.” (HR Ibnu Hibban)
Berbakti tidak berhenti saat orang tua wafat, tetapi terus berlanjut melalui amal kebaikan.
Kesimpulan
Dari berbagai hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi juga:
- Jalan menuju surga
- Kunci keberkahan rezeki dan umur
- Amal utama setelah shalat
- Penentu ridha Allah
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya selalu berusaha memuliakan, menghormati, dan membahagiakan orang tua dalam setiap kesempatan.
Sumber : https://lampung.nu.or.id








