Shalat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dikenal luas sebagai shalat pembuka rezeki, penenang hati, serta bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan hidup yang diberikan Allah SWT. Karena memiliki banyak keutamaan, shalat Dhuha menjadi kebiasaan baik yang dijaga oleh banyak umat Muslim.
Meski cukup populer, masih banyak orang yang bertanya, shalat Dhuha jam berapa dilaksanakan? Pertanyaan ini penting karena setiap ibadah memiliki waktu yang telah ditentukan. Selain itu, memahami niat, tata cara, dan manfaat shalat Dhuha akan membantu seseorang menjalankannya dengan benar dan lebih khusyuk.
Artikel ini membahas secara lengkap waktu shalat Dhuha, bacaan niat, langkah pelaksanaan, serta manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Shalat Dhuha?
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari terbit dan naik sepenggalah hingga menjelang masuk waktu Zuhur. Shalat ini termasuk ibadah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW memberi perhatian besar terhadap amalan tersebut.
Shalat Dhuha bisa dikerjakan sendiri di rumah, di masjid, atau di tempat yang suci dan layak untuk ibadah.
Shalat Dhuha Jam Berapa?
Waktu shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit sekitar 15–20 menit, ketika sinar matahari sudah naik dan tidak lagi berada tepat di ufuk timur. Waktu ini berakhir sebelum masuk waktu Zuhur.
Waktu terbaik melaksanakan shalat Dhuha adalah ketika matahari mulai terasa hangat dan naik lebih tinggi, biasanya sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. Karena waktu matahari berbeda di setiap daerah, sebaiknya menyesuaikan jadwal salat setempat.
Niat Shalat Dhuha
Niat dilakukan di dalam hati saat hendak memulai shalat. Sebagian orang juga melafalkan untuk membantu kekhusyukan.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَ
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya :
“Aku niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Dhuha
Pelaksanaan shalat Dhuha pada dasarnya sama seperti shalat sunnah lainnya. Berikut ini urutannya :
- Membaca niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah (jika ingin)
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat berikutnya
- Setelah dua rakaat, tasyahud akhir
- Salam
Shalat Dhuha dapat dikerjakan dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, hingga delapan rakaat, dikerjakan dua rakaat salam.
Jumlah Rakaat Shalat Dhuha
Jumlah minimal shalat Dhuha adalah dua rakaat. Banyak umat Islam memilih dua atau empat rakaat karena lebih mudah dilakukan di sela aktivitas pagi.
Jika memiliki waktu lebih longgar, seseorang dapat menambah rakaat sesuai kemampuan dengan tetap dua rakaat satu salam.
Doa Setelah Shalat Dhuha
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ
“Allahumma innad Dhuhaa Dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. Allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bihaqqi Dhuhaaika, wabahaaika, wajaamalika, waquwwatika, waqudrotika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholihiin.”
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya waktu Dhuha adalah Dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahanMu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah apabila rezekiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq Dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shaleh.”
Manfaat Shalat Dhuha
Shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan, baik secara spiritual maupun psikologis.
- Membuka Pintu Rezeki
Banyak orang mengamalkan shalat Dhuha dengan harapan dimudahkan rezekinya. - Menenangkan Pikiran
Ibadah di pagi hari membantu hati lebih tenang sebelum memulai aktivitas. - Menambah Pahala
Sebagai ibadah sunnah, shalat Dhuha mendatangkan pahala besar. - Bentuk Syukur kepada Allah
Melaksanakan shalat Dhuha menunjukkan rasa syukur atas kesehatan tubuh dan kesempatan hidup. - Melatih Disiplin dan Konsistensi
Membiasakan ibadah pagi membuat seseorang lebih tertata dalam keseharian.
Kesimpulan
Shalat Dhuha dilaksanakan setelah matahari terbit dan naik, umumnya mulai sekitar pukul 07.00 pagi hingga sebelum Zuhur, dengan waktu terbaik sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 pagi. Ibadah sunnah ini bisa dilakukan minimal dua rakaat dan memiliki banyak manfaat, mulai dari ketenangan hati hingga harapan dilapangkan rezeki.
Dengan memahami waktu, niat, tata cara, dan keutamaannya, shalat Dhuha dapat menjadi amalan rutin yang memberi dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari dua rakaat dan jaga konsistensi agar merasakan keberkahannya.
Sumber :
https://www.zalora.co.id/blog/fashion/muslimwear/niat-sholat-dhuha-bacaan-tata-cara-dan-doa-setelah-sholat/#:~:text=%E2%80%9CUshalli%20sunnatadh%20Dhuhaa%20rak’ataini%20lillaahi%20ta’aalaa.%E2%80%9D%20Artinya:,sunah%20Dhuha%20dua%20rakaat%20karena%20Allah%20ta’ala.%E2%80%9D









