• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Jumat, Februari 6, 2026
Info Medanaktual
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Informasi Terkini
No Result
View All Result

Saham atau Emas: Investasi Jangka Panjang Mana yang Tepat

Harfiansyah by Harfiansyah
5 Februari 2026
in Informasi
0
Saham atau Emas: Investasi Jangka Panjang Mana yang Tepat

Saham atau Emas: Pilihan Investasi Jangka Panjang yang Tepat

Saat mulai berinvestasi, banyak pemula sering dilanda dilema: sebaiknya memilih saham atau emas? Kedua instrumen ini sama-sama populer dan sering digunakan, namun masing-masing memiliki karakter, risiko, serta keunggulan yang berbeda.

Karena itu, memahami perbandingan antara saham dan emas menjadi langkah penting agar kamu bisa menentukan instrumen yang paling sesuai dengan tujuan keuanganmu.



Gambaran Umum Saham

Saham merupakan tanda kepemilikan atas sebuah perusahaan. Ketika membeli saham, investor berpeluang memperoleh keuntungan dari kenaikan harga (capital gain) maupun pembagian dividen, namun juga harus siap menghadapi risiko penurunan harga.

Harga saham cenderung bergerak naik turun karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, berikut faktor penyebabnya:

  • Performa perusahaan, meliputi laporan keuangan, pertumbuhan laba, rencana ekspansi, dan strategi bisnis.
  • Kondisi ekonomi makro, seperti tingkat suku bunga, inflasi, kebijakan moneter, serta situasi politik.
  • Sentimen pasar dan isu global, misalnya kabar merger, konflik perdagangan, hingga perkembangan teknologi.

Meski fluktuatif, pergerakan harga saham yang cepat sering kali mencerminkan kondisi ekonomi terkini.

Mengacu pada Smart Assets, bagi investor yang berpikir jangka panjang, volatilitas justru bisa menjadi peluang untuk membeli saat harga rendah dan menjual ketika harga naik.



Karakteristik Investasi Emas

Emas dikenal sebagai aset pelindung nilai atau safe haven. Sejak lama, emas digunakan untuk menjaga kekayaan ketika ekonomi tidak stabil atau inflasi meningkat.

Menurut Investopedia, beberapa ciri utama emas antara lain:

  • Nilainya relatif stabil, tidak mudah jatuh drastis meski kenaikannya cenderung bertahap.
  • Tidak menghasilkan dividen atau bunga, keuntungan hanya berasal dari selisih harga jual dan beli.
  • Likuiditas tinggi, mudah dicairkan dalam bentuk emas fisik maupun digital.
  • Berlaku secara global, karena nilainya diakui di berbagai negara.

Karena sifatnya yang defensif, emas lebih sering digunakan untuk mempertahankan daya beli dibandingkan mengejar pertumbuhan tinggi.

Keunggulan Saham

Berdasarkan data Statista, indeks S&P 500 yang merepresentasikan saham-saham besar di AS mencatatkan rata-rata imbal hasil sekitar 10% per tahun dalam jangka panjang. Hal inilah yang membuat saham menjadi favorit banyak investor. Beberapa kelebihannya meliputi:

  • Potensi imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang.
  • Pendapatan dividen dari saham tertentu.
  • Pilihan sektor yang beragam, mulai dari teknologi, kesehatan, energi, hingga konsumsi.
  • Likuiditas tinggi, terutama untuk saham perusahaan besar.
  • Fleksibel, bisa digunakan untuk strategi jangka pendek maupun jangka panjang.



Keunggulan Emas

Walau tidak menawarkan return setinggi saham, emas tetap memiliki peran penting. World Gold Council mencatat bahwa harga emas cenderung menguat saat inflasi tinggi atau ketidakpastian global meningkat. Keunggulan emas antara lain:

  • Relatif aman dan stabil saat terjadi krisis.
  • Melindungi nilai uang dari dampak inflasi.
  • Mudah diakses, bisa dibeli dalam ukuran kecil hingga emas digital.
  • Menjaga keseimbangan portofolio, karena sering bergerak berlawanan dengan saham.
  • Bernilai jangka panjang, bahkan dapat diwariskan lintas generasi.

Sejarah Saham dan Emas

Secara historis, emas telah digunakan sebagai alat penyimpan nilai selama ribuan tahun dan pernah menjadi dasar sistem moneter dunia melalui gold standard. Meski sistem tersebut sudah ditinggalkan, emas masih menjadi bagian penting dari cadangan devisa bank sentral.

Di sisi lain, saham berkembang pesat seiring lahirnya bursa modern seperti NYSE dan Nasdaq. Pertumbuhan ekonomi global membuat saham menawarkan potensi peningkatan kekayaan yang lebih besar.

Contohnya, meski harga emas melonjak saat krisis 2008, dalam dekade terakhir indeks saham AS tetap mencatatkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding emas.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mana yang Lebih Cocok untuk Jangka Panjang?

Pilihan terbaik sangat bergantung pada tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing investor:

Saham cocok bagi mereka yang mengejar pertumbuhan agresif dan siap menghadapi volatilitas.

Emas lebih sesuai untuk menjaga stabilitas dan perlindungan nilai.

Menggabungkan keduanya bisa menjadi strategi seimbang, misalnya 70% saham, 20% emas, dan 10% instrumen lain seperti obligasi.

Bagi pemula, penting juga mengaitkan investasi dengan perencanaan anggaran.

Gunakan metode budgeting seperti 50/30/20 atau pisahkan dana investasi agar tidak bercampur dengan kebutuhan sehari-hari.

Dengan begitu, investasi bisa dilakukan secara konsisten tanpa mengganggu keuangan utama.

Kesimpulan

Perbandingan antara saham dan emas tidak perlu menjadi sumber kebingungan. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi: saham berfokus pada pertumbuhan, sedangkan emas berperan sebagai pelindung nilai.

Langkah terbaik bagi investor pemula adalah memahami tujuan keuangan, mengatur anggaran dengan baik, dan rutin menyisihkan dana investasi setiap bulan.



Tags: Emasinvestasiinvestasi emasInvestasi Jangka Panjanginvestasi pemulainvestasi sahamsahamSaham atau Emas
Next Post
Cari Modal Usaha? Ini 7 Aplikasi Pinjol Bunga Rendah Tenor 12 Bulan

Cari Modal Usaha? Ini 7 Aplikasi Pinjol Bunga Rendah Tenor 12 Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Cek Info GTK 2026 Kemendikdasmen Terbaru dan Lengkap

Cara Cek Info GTK 2026 Kemendikdasmen Terbaru dan Lengkap

4 Februari 2026
Jadwal Pencairan dan Nominal TPG 2026 untuk Guru ASN dan Non-ASN

Jadwal Pencairan dan Nominal TPG 2026 untuk Guru ASN dan Non-ASN

31 Januari 2026
Cara Mengaktifkan Kembali BPJS PBI yang Sudah Nonaktif, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara Mengaktifkan Kembali BPJS PBI yang Sudah Nonaktif, Ini Syarat dan Prosedurnya

3 Februari 2026
Berapa Besaran Tunjangan Sertifikasi Guru (TPG Guru) Tahun 2026? Berikut Informasinya

Berapa Besaran Tunjangan Sertifikasi Guru (TPG Guru) Tahun 2026? Berikut Informasinya

24 Januari 2026
TPG Guru 2026 Cair Bertahap: Simak Jadwal dan Daftar Daerah Yang Sudah Cair

TPG Guru 2026 Cair Bertahap: Simak Jadwal dan Daftar Daerah Yang Sudah Cair

30 Januari 2026

EDITOR'S PICK

Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2026: Info Pencairan dan Cara Menerimanya

Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2026: Info Pencairan dan Cara Menerimanya

22 Januari 2026
Cara Cek Info GTK Kemendikdasmen 2026: Cek Status Valid TPG

Cara Cek Info GTK Kemendikdasmen 2026: Cek Status Valid TPG

21 Januari 2026
Gaji PNS Cair 1 Februari 2026, Benarkah Ada Kenaikan? Simak Penjelasannya

Gaji PNS Cair 1 Februari 2026, Benarkah Ada Kenaikan? Simak Penjelasannya

23 Januari 2026
Cek Daya Tampung SNBP 2026 di Laman Resmi SNPMB, Lengkap dengan Jadwal Pendaftaran

Cek Daya Tampung SNBP 2026 di Laman Resmi SNPMB, Lengkap dengan Jadwal Pendaftaran

4 Februari 2026
Info Medanaktual

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

Follow Us

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.