Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi perhatian pelaku investasi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona merah. Tekanan jual yang cukup besar membuat indeks terkoreksi signifikan, seiring aksi lepas saham oleh investor asing dan pelemahan di hampir seluruh sektor.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah emiten masih mencatat sentimen positif melalui aksi korporasi maupun pembagian dividen. Selain itu, analis juga tetap memberikan rekomendasi saham pilihan yang dinilai menarik untuk dipantau pada perdagangan berikutnya.
Berikut ulasan lengkap mengenai pergerakan IHSG, sentimen global, aksi korporasi emiten, serta rekomendasi saham hari ini.
IHSG Turun ke Level 7.129,49
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat 24 April 2026 dengan penurunan tajam sebesar 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Pelemahan ini menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan sepanjang sesi perdagangan.
Beberapa saham yang masih membantu menopang pergerakan indeks di antaranya APIC, BFIN, dan ANTM. Namun, tekanan terbesar datang dari saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, DSSA, dan BBRI yang menyeret indeks ke zona negatif.
Investor Asing Catat Aksi Jual Besar
Aktivitas investor asing turut memberi tekanan pada pasar domestik. Tercatat, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp3,02 triliun di pasar reguler. Sementara itu, jika dihitung dari seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp2 triliun. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memperberat laju IHSG.
Semua Sektor Melemah, Consumer Cyclical Paling Dalam
Secara sektoral, seluruh indeks saham mengalami koreksi. Sektor yang mencatat penurunan terdalam adalah consumer cyclical dengan pelemahan mencapai 4,27 persen.
Kondisi ini menandakan tekanan tidak hanya terjadi pada saham tertentu, tetapi merata di banyak sektor perdagangan.
Bursa Amerika Ditutup Bervariasi
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat bergerak campuran. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,16 persen.
Sementara itu, indeks S&P 500 berhasil naik 0,80 persen, sedangkan Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 1,63 persen. Pergerakan bervariasi ini menunjukkan investor global masih mencermati berbagai sentimen ekonomi dan geopolitik.
Faktor eksternal juga memengaruhi pasar saham Indonesia. Salah satunya berasal dari kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang membatalkan rencana pengiriman utusan khusus ke Pakistan.
Sentimen tersebut tercermin dari pelemahan ETF EIDO sebesar 2,41 persen serta MSCI Indonesia yang turun 3,96 persen.
Argo Pantes Bangun Gudang untuk J&T Cargo
Dari sisi aksi korporasi, Argo Pantes (ARGO) memulai pembangunan gudang build-to-suit untuk J&T Cargo. Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pada 23 April.
Nilai proyek diperkirakan mencapai Rp120 miliar dan ditargetkan selesai pada Februari 2027. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan memperkuat jaringan distribusi J&T Cargo, terutama di kawasan Jabodetabek. Sebelumnya, ARGO juga telah menjalin kerja sama dengan PT Global Yimi Cargo melalui perjanjian sewa gudang senilai hampir Rp221 miliar dengan durasi kontrak 10 tahun.
Dalam kerja sama tersebut, perseroan menyewakan lahan seluas 44.188 meter persegi lengkap dengan bangunan gudang dan kantor yang memiliki luas total lebih dari 23.000 meter persegi.
Garudafood Bagikan Dividen Tunai
Sementara itu, Garudafood (GOOD) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp350,34 miliar atau Rp9,50 per saham.
Jumlah tersebut setara 50,87 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688,65 miliar. Dari sisi operasional, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 7,27 persen menjadi Rp13,12 triliun. Kenaikan ini ditopang peningkatan penjualan segmen makanan sebesar 9,87 persen menjadi Rp11,79 triliun.
Laba per saham juga naik menjadi Rp18,67 dibanding periode sebelumnya Rp16,93. Adapun jadwal cum date dividen ditetapkan pada 6 Mei, sedangkan pembayaran dividen final akan dilakukan pada 20 Mei.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut ini rekomendasi saham pilihan dari Mega Capital Sekuritas, :
- BFIN
Buy: 810–825
Target Price: 845–860
Stop Loss: 775 - MAPI
Buy: 1275–1285
Target Price: 1305–1320
Stop Loss: 1235 - ULTJ
Buy: 1580–1590
Target Price: 1610–1640
Stop Loss: 1510 - WIFI
Buy: 2220–2240
Target Price: 2300–2400
Stop Loss: 2100 - INCO
Buy: 6600–6650
Target Price: 6825–6925
Stop Loss: 6300
Kesimpulan
IHSG menutup perdagangan dengan pelemahan signifikan sebesar 3,38 persen ke level 7.129,49 akibat tekanan jual investor asing dan koreksi di seluruh sektor saham. Meski demikian, sejumlah emiten masih menghadirkan sentimen positif melalui ekspansi bisnis dan pembagian dividen.
Pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global, arus dana asing, serta kinerja emiten sebagai pertimbangan investasi. Rekomendasi saham dari analis dapat menjadi referensi tambahan, namun tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/market/20260427083921-17-730041/rekomendasi-saham-hari-ini-bfin-inco-hingga-wifi

Komentar