Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu hari besar yang penuh makna, sarat dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada hari tersebut adalah shalat Idul Adha yang berstatus sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan meskipun tidak wajib.
Muhammad SAW menganjurkan seluruh umatnya, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan wanita yang sedang haid, untuk hadir di tempat pelaksanaan shalat dan menyimak khutbah.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dalam hadis sahih.
Niat Shalat Idul Adha
Dilansir dari laman kompas.com. Niat merupakan bagian penting sebelum memulai ibadah shalat Idul Adha.
Niat ini dibedakan antara imam dan makmum.
Niat sebagai Makmum
“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Niat sebagai Imam
“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Ketentuan Khusus Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha memiliki beberapa ketentuan yang membedakannya dari shalat lainnya:
- Tidak diawali dan diakhiri dengan shalat sunnah (qabliyah dan ba’diyah)
- Tidak menggunakan azan maupun iqamah
Ketentuan ini sesuai dengan praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat hadis.
Tata Cara dan Rukun Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaat. Berikut urutannya:
Rakaat Pertama
- Niat dan takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir tambahan sebanyak 7 kali, diselingi dzikir
- Membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua
Rakaat Kedua
- Berdiri kembali dan bertakbir
- Takbir tambahan sebanyak 5 kali, diselingi dzikir
- Membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya
- Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud
- Tasyahud akhir dan salam
Seluruh rangkaian dilakukan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Doa Setelah Shalat Idul Adha
Setelah selesai melaksanakan shalat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk rasa syukur.
1. Istighfar
“Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih.”
Artinya: Memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya.
2. Doa Keselamatan
“Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.”
Artinya: Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan dan dari-Mu segala keselamatan.
3. Kalimat Tauhid
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Kesimpulan
Shalat Idul Adha adalah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam dan menjadi bagian penting dari perayaan hari raya kurban.
Dengan memahami niat, tata cara, serta doa-doa yang dianjurkan, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih sempurna.
Melalui pelaksanaan yang benar dan penuh keikhlasan, shalat Idul Adha tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: https://www.kompas.com/








