Informasi
Beranda / Informasi / Khutbah Jumat tentang Lisan dalam Islam: Jangan Mudah Menyakiti Sesama

Khutbah Jumat tentang Lisan dalam Islam: Jangan Mudah Menyakiti Sesama

Khutbah Jumat tentang Lisan dalam Islam: Jangan Mudah Menyakiti Sesama
Khutbah Jumat tentang Lisan dalam Islam: Jangan Mudah Menyakiti Sesama

Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam ajaran Islam, menjaga lisan merupakan salah satu bentuk ketakwaan yang sangat penting agar tidak mudah menyakiti sesama melalui ucapan maupun perkataan yang buruk.

Sebab, lisan yang tidak dijaga dapat menjadi sumber dosa dan merusak hubungan antar manusia.



Lisan sebagai Cerminan Hati

Dalam ajaran Islam, lisan bukan sekadar alat berbicara, tetapi juga menjadi cerminan kondisi hati seseorang. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa lisan merupakan penerjemah hati.

Apabila hati seseorang dipenuhi kebaikan, maka lisannya akan melahirkan perkataan yang menenangkan dan penuh hikmah.

Sebaliknya, hati yang dipenuhi keburukan akan mudah melahirkan ucapan yang menyakitkan. Karena itu, menjaga lisan menjadi bagian penting dalam membangun akhlak seorang Muslim.

Setiap Ucapan Akan Dipertanggungjawabkan

Allah SWT telah mengingatkan bahwa setiap perkataan manusia selalu berada dalam pengawasan malaikat.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Qaf ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap ucapan manusia akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dilansir dari laman cahaya.kompas.com



Anjuran Berkata Baik atau Diam

Rasulullah SAW memberikan tuntunan yang sangat jelas dalam menjaga ucapan.

Beliau bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.”

Hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya hanya mengucapkan hal-hal yang bermanfaat.

Jika tidak mampu berkata baik, maka diam menjadi pilihan yang lebih utama.

Bahaya Lisan di Era Media Sosial

Di zaman modern, lisan tidak hanya berbentuk ucapan secara langsung, tetapi juga tulisan di media sosial dan aplikasi percakapan.

Segala komentar, unggahan, maupun pesan yang ditulis tetap akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Fitnah, hoaks, ujaran kebencian, hingga ghibah digital dapat menimbulkan dampak besar bagi kehidupan sosial dan menjadi sumber dosa yang berat.

Orang Bangkrut Karena Tidak Menjaga Lisan

Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang orang yang bangkrut di hari kiamat.

Seseorang mungkin datang membawa pahala salat, puasa, dan zakat.

Namun pahala tersebut habis karena semasa hidupnya ia suka mencaci, memfitnah, dan menyakiti orang lain melalui lisannya.

Akibatnya, pahala kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya.

Jika pahalanya habis, dosa orang lain akan dibebankan kepadanya.

Hal tersebut menjadi peringatan agar umat Islam berhati-hati dalam berbicara maupun menulis.



Menjauhi Ghibah dan Dusta

Islam sangat melarang ghibah, fitnah, namimah, serta perkataan dusta.

Allah SWT bahkan mengibaratkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri, sebuah perumpamaan yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan perkataan yang membawa manfaat.

Khutbah Kedua

Cara Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar lisan tetap terjaga.

  1. Berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara agar tidak menimbulkan penyesalan.
  2. Memperbanyak dzikir dan istighfar sehingga lisan terbiasa dengan ucapan yang baik.
  3. Menerapkan prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama di media sosial.

Dengan membiasakan diri menjaga ucapan, seorang Muslim tidak hanya menjaga kehormatan dirinya, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Kesimpulan

Khutbah Jumat 1 Mei 2026 mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap ucapan maupun tulisan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk berkata baik, menghindari ghibah dan fitnah, serta memperbanyak dzikir agar lisan senantiasa terjaga dalam kebaikan.

Sumber : https://cahaya.kompas.com/aktual/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan