Mukadimah Khutbah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَزَيَّنَهَا بِالنَّبَاتِ وَالْأَشْجَارِ، وَجَعَلَ الْإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِيْهَا لِيُعَمِّرَهَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan bumi dengan segala keindahannya, menghiasinya dengan tumbuhan dan pepohonan, serta menjadikan manusia sebagai khalifah untuk memakmurkannya dengan keadilan dan kebaikan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam.
Alam sebagai Amanah dari Allah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bumi dan seluruh isinya merupakan amanah besar yang Allah titipkan kepada manusia. Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia. Gunung, sungai, laut, hewan, hingga tumbuhan semuanya memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.
Namun sangat disayangkan, manusia yang diberi akal justru sering menjadi penyebab kerusakan. Aktivitas seperti pembalakan liar, pembakaran hutan, hingga pencemaran lingkungan telah memicu berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, dan perubahan iklim.
Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)
Ayat ini menegaskan bahwa kerusakan alam bukan semata-mata faktor alamiah, tetapi akibat ulah manusia yang lalai dan serakah. Bencana yang terjadi sejatinya adalah peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar.
Menanam Pohon sebagai Sedekah Jariyah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dalam Islam, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bentuk ibadah. Salah satu amalan sederhana namun besar pahalanya adalah menanam pohon.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menanam pohon termasuk sedekah jariyah, yaitu amal yang pahalanya terus mengalir. Setiap manfaat yang dihasilkan dari pohon tersebut—baik berupa buah, oksigen, maupun keteduhan—akan menjadi pahala bagi penanamnya, bahkan setelah ia meninggal dunia.
Manfaat Besar di Balik Satu Pohon
Menanam pohon bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi kebaikan jangka panjang. Pohon memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Menyerap air hujan dan mencegah banjir
- Menguatkan tanah agar tidak longsor
- Menghasilkan oksigen untuk kehidupan
- Menjadi habitat bagi makhluk hidup
- Memberikan keteduhan dan kesejukan
Satu pohon yang ditanam hari ini bisa memberi manfaat bagi banyak generasi di masa depan.
Realitas Kerusakan Lingkungan Saat Ini
Saudara-saudaraku seiman,
Jika kita melihat kondisi saat ini, banyak hutan telah gundul, sungai mengering, dan udara semakin tercemar. Ironisnya, manusia sering mengeluh tentang bencana, tetapi enggan melakukan tindakan nyata untuk mencegahnya.
Padahal, solusi sederhana bisa dimulai dari hal kecil. Tidak perlu menunggu program besar atau bantuan pemerintah. Kita bisa memulai dari lingkungan terdekat:
- Menanam pohon di halaman rumah
- Menghijaukan area masjid
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Mengurangi sampah dan polusi
Amal kecil yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah daripada amal besar yang jarang dilakukan.
Menanam Pohon adalah Menanam Harapan
Menanam pohon sejatinya adalah menanam harapan. Harapan akan lingkungan yang lebih sehat, udara yang lebih bersih, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Ini juga merupakan bentuk nyata dari nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Seorang Muslim sejati bukan hanya menjaga hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan alam sekitarnya.
Tanggung Jawab Khalifah di Bumi
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan, bukan merusak. Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam memperlakukan alam.
Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
“Jika hari kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit tanaman, maka tanamlah.”
Hadis ini mengajarkan bahwa menanam adalah simbol harapan dan kebaikan, bahkan di saat-saat terakhir kehidupan.
Ajakan untuk Memulai dari Sekarang
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Mari kita mulai dari diri sendiri. Jadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat gerakan peduli lingkungan. Jadikan rumah, sekolah, dan tempat kerja sebagai ruang yang hijau dan sehat.
Langkah kecil seperti menanam satu pohon bisa menjadi amal besar di sisi Allah jika dilakukan dengan niat yang ikhlas.
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga amanah-Nya, memakmurkan bumi, dan menanam kebaikan yang tak pernah putus.
Setiap pohon yang kita tanam semoga menjadi naungan di hari kiamat, saat tidak ada perlindungan selain dari-Nya.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم.
Sumber : https://suaramuhammadiyah.id










