Khutbah Pertama
Mukadimah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Amma ba’du,
Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Mengingat Kematian adalah Kewajiban
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Tidak ada manusia yang mampu lari dari takdir tersebut.
Gambaran Sakaratul Maut
Jamaah yang dimuliakan Allah, sakaratul maut adalah fase paling berat dalam kehidupan manusia. Allah SWT menggambarkan:
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu kamu hindari.”
(QS. Qaf: 19)
Para ulama menjelaskan bahwa sakaratul maut adalah rasa sakit luar biasa saat ruh dicabut dari jasad. Bahkan Rasulullah SAW pun merasakan beratnya sakaratul maut.
Dalam hadits disebutkan:
إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ
“Sesungguhnya kematian itu memiliki rasa sakit (sakarat).”
(HR. Bukhari)
Perbedaan Sakaratul Maut Orang Beriman dan Durhaka
Allah SWT menjelaskan kondisi orang yang meninggal dalam keadaan kufur:
وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ…
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat orang-orang zalim berada dalam tekanan sakaratul maut…”
(QS. Al-An’am: 93)
Malaikat mencabut nyawa mereka dengan keras sebagai balasan atas perbuatan buruk.
Sebaliknya, bagi orang beriman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka…”
(QS. Fussilat: 30)
Malaikat datang dengan kabar gembira dan mencabut ruh dengan lembut.
Hikmah Mengingat Sakaratul Maut
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, mengingat sakaratul maut memberikan banyak pelajaran:
- Menjadikan hati lebih lembut
- Menjauhkan diri dari maksiat
- Memotivasi untuk memperbanyak amal saleh
- Tidak terlena dengan dunia
Rasulullah SAW bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).”
(HR. Tirmidzi)
Khutbah Kedua
Mukadimah
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du,
Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita kembali memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Renungan Singkat Tentang Kehidupan yang Sementara
Hadirin yang dimuliakan Allah, kehidupan di dunia ini berjalan sangat cepat. Waktu demi waktu berlalu tanpa terasa, sementara usia kita semakin berkurang. Oleh karena itu, orang yang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan bekal sebelum datangnya kematian.
Kita diajarkan untuk tidak terlena dengan dunia, melainkan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Sebab, kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah kematian.
Mencari dan Menjaga Amal Terbaik
Setiap manusia memiliki peluang amal kebaikan yang berbeda-beda. Ada yang dimudahkan dalam shalat, ada yang gemar bersedekah, ada yang kuat dalam silaturahmi, dan ada pula yang rajin membantu sesama.
Maka penting bagi setiap Muslim untuk mengenali potensi amal terbaiknya, kemudian menjaga dan mengistiqamahkan amal tersebut hingga akhir hayat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Allah akan memberinya taufik untuk melakukan amal saleh dan mewafatkannya dalam keadaan tersebut.
Ini menjadi tanda bahwa amal yang baik bukan hanya dilakukan sesaat, tetapi harus dijaga secara konsisten.
Ajakan Memanfaatkan Sisa Umur
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, sisa umur yang kita miliki hendaknya digunakan untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Jangan sampai waktu yang tersisa justru dihabiskan dalam kelalaian dan kemaksiatan.
Gunakan kesempatan hidup ini untuk:
- Memperbanyak ibadah
- Menjaga amal saleh
- Menjauhi perbuatan dosa
- Memperbaiki hubungan dengan sesama
Karena setiap detik kehidupan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Doa Penutup Khutbah
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Penutup
Semoga khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk memanfaatkan sisa umur dengan amal terbaik, serta mempersiapkan diri menghadapi sakaratul maut dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Sumber : https://cirebon.tribunnews.com

Komentar