Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga kita dapat menunaikan ibadah Jumat pada hari yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Tanggal 1 Mei dikenal sebagai Hari Buruh Internasional. Momen ini dapat kita jadikan sebagai sarana muhasabah untuk meneguhkan kembali pandangan Islam terhadap kerja dan para pekerja. Dalam ajaran Islam, bekerja bukan sekadar aktivitas duniawi, melainkan bagian dari tanggung jawab dan bahkan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah Swt.
Kewajiban Mencari Nafkah
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mencari nafkah adalah kewajiban bagi setiap muslim, khususnya bagi kepala keluarga. Allah Swt. memerintahkan manusia untuk berusaha dan tidak bermalas-malasan. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa manusia akan memperoleh apa yang telah diusahakannya.
Rasulullah Saw. juga mencontohkan etos kerja yang tinggi. Beliau berdagang sebelum diangkat menjadi nabi. Para sahabat pun memiliki profesi masing-masing: ada yang berdagang, bertani, hingga bekerja sebagai pengrajin. Semua itu menunjukkan bahwa Islam memuliakan orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh.
Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Artinya, memberi lebih utama daripada meminta. Prinsip ini menegaskan bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga adalah bagian dari kemandirian yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Pekerjaan sebagai Ibadah
Jamaah sekalian,
Dalam perspektif Islam, pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila disertai niat yang benar. Ketika seseorang bekerja untuk menafkahi keluarga, menjaga kehormatan diri, serta memberi manfaat kepada orang lain, maka setiap tetes keringatnya dicatat sebagai amal saleh.
Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melanggar syariat. Seorang petani yang menanam padi, seorang buruh bangunan yang mendirikan rumah, seorang guru yang mengajar muridnya, semuanya memiliki kemuliaan di sisi Allah apabila bekerja dengan amanah dan keikhlasan.
Islam juga menekankan pentingnya menghargai pekerja. Rasulullah Saw. bersabda agar upah diberikan sebelum kering keringatnya. Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga hak-hak pekerja dan melarang segala bentuk kezaliman dalam hubungan kerja.
Karena itu, pada hari yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh ini, marilah kita tanamkan sikap saling menghormati antara pemberi kerja dan pekerja. Hubungan yang adil dan penuh tanggung jawab akan melahirkan keberkahan dalam usaha dan kehidupan.
Mencari Nafkah yang Halal
Hadirin rahimakumullah,
Selain kewajiban bekerja, Islam juga menekankan pentingnya mencari rezeki yang halal. Harta yang diperoleh dengan cara haram tidak akan membawa keberkahan, bahkan dapat menjadi sumber petaka dalam kehidupan.
Kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus menjadi landasan dalam setiap profesi. Hindarilah praktik kecurangan, korupsi, manipulasi, maupun tindakan yang merugikan orang lain. Rezeki yang sedikit namun halal jauh lebih baik daripada harta melimpah tetapi diperoleh dengan cara yang dilarang. Kita juga diajarkan untuk bersyukur atas setiap rezeki yang Allah berikan. Rasa syukur akan menumbuhkan ketenangan batin dan menjauhkan diri dari sifat tamak.
Pesan Penutup Khutbah
Jamaah yang berbahagia,
Mari kita jadikan pekerjaan sebagai ladang amal dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Perbaiki niat setiap kali berangkat bekerja. Awali dengan doa, laksanakan dengan amanah, dan akhiri dengan rasa syukur.
Semoga Allah Swt. melapangkan rezeki kita, memberkahi setiap usaha yang kita lakukan, serta melindungi kita dari rezeki yang haram dan tidak diridai. Mari kita doakan pula agar para pekerja di negeri ini diberikan kesejahteraan, keadilan, dan perlindungan yang layak.
Allahumma ighfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat.
Kesimpulan
Khutbah Jumat pada 1 Mei 2026 ini mengingatkan kita bahwa bekerja merupakan kewajiban sekaligus ibadah apabila diniatkan karena Allah Swt. Islam memuliakan para pekerja dan menekankan pentingnya mencari nafkah yang halal serta menghormati hak-hak sesama.
Dengan niat yang lurus dan usaha yang jujur, setiap profesi dapat menjadi jalan menuju keberkahan hidup. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bekerja dengan amanah dan memperoleh rezeki yang diridai Allah Swt.

Komentar