Pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah yang sedang berlangsung, Sholat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Ibadah malam ini dilakukan setelah shalat Isya dan dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid ataupun sendiri di rumah.
Sholat Tarawih memiliki banyak keutamaan, terutama sebagai sarana meningkatkan keimanan serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Keutamaan ini ditegaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang menyebutkan bahwa siapa saja yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan serta mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadits tersebut menjadi salah satu dasar kuat yang menjelaskan bahwa sholat Tarawih merupakan ibadah penting dalam meraih maghfirah pada bulan suci Ramadhan.
Keutamaan Sholat Tarawih Malam 1–10: Rahmat dan Pengampunan
Berdasarkan rangkuman yang dilaporkan oleh kompas.com yang mengutip penjelasan dari BAZNAS Kota Yogyakarta dalam kitab Durratun Nashihin, setiap malam sholat Tarawih memiliki keutamaan tersendiri.
Pada sepuluh malam pertama Ramadhan, keutamaannya lebih berkaitan dengan rahmat Allah dan pengampunan dosa.
Berikut ringkasan keutamaannya :
- Malam 1: Dosa-dosa diampuni hingga bersih seperti bayi yang baru lahir.
- Malam 2: Dosa diri sendiri dan kedua orang tua yang beriman diampuni.
- Malam 3: Para malaikat memohonkan ampun untuk orang yang melaksanakan Tarawih.
- Malam 4: Mendapat pahala seperti membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.
- Malam 5: Pahala setara dengan shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.
- Malam 6: Mendapat pahala seperti melakukan tawaf di Baitul Ma’mur serta didoakan oleh seluruh makhluk Allah.
- Malam 7: Seolah-olah ikut membela Nabi Musa melawan Fir’aun dan Haman.
- Malam 8: Diberi kemuliaan seperti Nabi Ibrahim.
- Malam 9: Mendapat pahala seperti ibadah Nabi Muhammad SAW.
- Malam 10: Dikaruniai kebaikan di dunia dan akhirat.
Keutamaan Sholat Tarawih Malam 11–20: Kemuliaan dan Peningkatan Derajat
Memasuki pertengahan Ramadhan, keutamaan sholat Tarawih lebih banyak dikaitkan dengan peningkatan derajat dan kemuliaan di akhirat.
Berikut ringkasannya :
- Malam 11: Wafat dalam keadaan bersih dari dosa.
- Malam 12: Wajahnya bercahaya pada hari kiamat.
- Malam 13: Terhindar dari rasa takut pada hari pembalasan.
- Malam 14: Malaikat menjadi saksi ibadahnya dan terbebas dari hisab berat.
- Malam 15: Didoakan oleh malaikat pemikul Arsy dan Kursi.
- Malam 16: Dicatat sebagai orang yang terbebas dari api neraka dan dijanjikan surga.
- Malam 17: Mendapat pahala seperti para nabi.
- Malam 18: Allah memberikan keridhaan kepada dirinya dan kedua orang tuanya.
- Malam 19: Derajatnya diangkat di Surga Firdaus.
- Malam 20: Mendapat pahala seperti orang yang gugur syahid dan orang-orang saleh.
Keutamaan Sholat Tarawih Malam 21–30: Pembebasan dari Siksa Neraka
Sepuluh malam terakhir Ramadhan dikenal sebagai fase pembebasan dari api neraka.
Pada waktu ini umat Islam dianjurkan semakin meningkatkan kualitas ibadah.
Keutamaan pada malam-malam tersebut antara lain :
- Malam 21: Dibangunkan istana yang bercahaya di surga.
- Malam 22: Terhindar dari kesedihan pada hari kiamat.
- Malam 23: Disediakan kota di dalam surga.
- Malam 24: Mendapat 24 doa yang dikabulkan.
- Malam 25: Terbebas dari azab kubur.
- Malam 26: Amal dilipatgandakan seperti beribadah selama 40 tahun.
- Malam 27: Melintasi Shirathal Mustaqim dengan cepat seperti kilat.
- Malam 28: Diangkat seribu derajat di surga.
- Malam 29: Mendapat pahala seperti seribu haji yang mabrur.
- Malam 30: Dipersilakan menikmati kenikmatan surga sebagai bentuk kemenangan.
Tarawih sebagai Fadha’ilul A’mal
Keutamaan-keutamaan tersebut termasuk dalam kategori fadha’ilul a’mal, yaitu penjelasan mengenai keutamaan amal ibadah yang bertujuan memberikan motivasi kepada umat Islam agar semakin giat beribadah selama Ramadhan.
Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan umat Islam dapat menjaga konsistensi dalam melaksanakan sholat Tarawih sejak malam pertama hingga akhir bulan Ramadhan.
Namun demikian, hal yang paling utama bukan hanya mengejar besarnya pahala, tetapi juga menjaga kualitas ibadah.
Sholat Tarawih yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan, tuma’ninah, serta keikhlasan akan memberikan ketenangan hati sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Kesimpulan
Sholat Tarawih pada Ramadhan 1447 H menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meraih rahmat, ampunan, serta peningkatan derajat di sisi Allah SWT.
Setiap malam memiliki keutamaan yang dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan ibadah.
Meski demikian, esensi dari sholat Tarawih bukan hanya terletak pada keutamaan setiap malam, tetapi pada konsistensi dan keikhlasan dalam menjalankannya.
Dengan menjaga kualitas ibadah selama Ramadhan, bulan suci ini dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sumber: Kompas.com.









