Penetapan awal Syawal 1447 Hijriah membuka peluang adanya keseragaman waktu perayaan Idulfitri di berbagai negara.
Sejumlah wilayah diperkirakan akan merayakan hari raya pada Jumat, 20 Maret 2026, bertepatan dengan keputusan Muhammadiyah di Indonesia.
Penetapan Muhammadiyah dan Metode yang Digunakan
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
Penentuan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomis tanpa menunggu rukyat.
Selain itu, Muhammadiyah juga menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sistem ini bertujuan menyatukan kalender Islam secara internasional, di mana awal bulan baru dimulai secara serentak ketika ijtimak terjadi di salah satu wilayah dunia. Dilansir dari laman viva.co.id
Negara-Negara Timur Tengah yang Lebaran 20 Maret
Beberapa negara di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan merayakan Idulfitri pada tanggal yang sama.
Negara-negara tersebut meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.
Selain itu, Oman, Afghanistan, serta Pakistan juga menunjukkan kecenderungan penetapan yang sejalan, baik melalui otoritas keagamaan maupun sistem administratif yang digunakan di masing-masing negara.
Wilayah Mediterania dan Sekitarnya
Di kawasan Mediterania, sejumlah negara juga diprediksi merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
Negara-negara tersebut antara lain Turki, Yaman, Palestina, dan Lebanon.
Penetapan ini umumnya mengikuti perhitungan astronomi atau keputusan otoritas keagamaan setempat.
Komunitas Muslim di Negara Barat
Di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris, komunitas Muslim yang cukup besar juga banyak yang menggunakan kalender global atau metode hisab.
Hal ini membuat sebagian besar dari mereka berpotensi merayakan Idulfitri pada tanggal yang sama, yakni 20 Maret 2026.
Potensi Perbedaan di Sejumlah Negara
Meski banyak negara diperkirakan merayakan Idulfitri pada 20 Maret, beberapa wilayah lain berpotensi menetapkan 1 Syawal pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan ini bisa terjadi apabila hilal belum memenuhi kriteria visibilitas pada saat pengamatan di wilayah tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Sidang Isbat resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026.
Kesimpulan
Kesamaan waktu Idulfitri pada 20 Maret 2026 di berbagai negara menunjukkan adanya peluang unifikasi kalender Islam, terutama dengan penggunaan metode hisab dan KHGT.
Namun, perbedaan penetapan di sebagian wilayah tetap mungkin terjadi karena perbedaan metode dan kriteria penentuan hilal.
Meski demikian, keberagaman ini menjadi bagian dari dinamika umat Islam yang tetap menjunjung tinggi persatuan dan toleransi.
Sumber : https://semarang.viva.co.id/berita/

Komentar