Salat tarawih selalu menjadi momen spesial di bulan Ramadan. Selain jumlah rakaatnya yang khas, ada juga amalan tambahan yang kadang membuat jamaah bertanya-tanya, salah satunya tentang doa qunut. Tidak sedikit yang masih bingung, sebenarnya doa qunut dalam rangkaian tarawih itu dibaca kapan? Apakah setiap malam? Apakah setelah witir? Atau justru tidak perlu sama sekali?
Agar tidak salah kaprah, mari kita pahami duduk perkaranya dengan lebih tenang dan runtut.
Apa Itu Doa Qunut?
Secara sederhana, qunut adalah doa yang dibaca dalam salat pada posisi berdiri setelah rukuk (i’tidal) di rakaat tertentu. Doa ini berisi permohonan kebaikan, perlindungan, dan petunjuk dari Allah.
Dalam praktik ibadah sehari-hari di Indonesia, qunut paling sering dijumpai saat salat Subuh. Namun, qunut juga dikenal dalam salat witir dan dalam kondisi tertentu seperti saat terjadi musibah besar (qunut nazilah).
Karena tarawih biasanya diakhiri dengan witir, sebagian orang mengaitkan doa qunut dengan rangkaian tersebut.
Qunut dalam Tarawih, Ada atau Tidak?
Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam salat tarawih itu sendiri tidak ada bacaan qunut khusus di setiap rakaatnya. Tarawih pada dasarnya adalah salat sunnah malam yang dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, tanpa tambahan qunut di dalamnya.
Yang sering menimbulkan kebingungan adalah qunut pada salat witir yang dikerjakan setelah tarawih.
Qunut pada Salat Witir
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah membaca qunut dalam salat witir. Dari sinilah sebagian ulama berpendapat bahwa qunut witir termasuk sunnah, terutama pada bulan Ramadan.
Namun, praktiknya berbeda-beda tergantung mazhab dan kebiasaan setempat :
- Ada yang membaca qunut witir setiap malam di Ramadan.
- Ada yang hanya membaca qunut witir di separuh akhir Ramadan (mulai malam ke-16 atau 21).
- Ada juga yang tidak membaca qunut sama sekali dalam witir.
Semua pendapat tersebut memiliki dasar masing-masing dalam literatur fikih.
Jadi, Doa Qunut Tarawih Dibaca Kapan?
Jika mengikuti praktik yang membaca qunut dalam witir, maka doa qunut dibaca pada rakaat terakhir salat witir, setelah rukuk, saat posisi berdiri (i’tidal), sebelum sujud.
Contohnya, jika witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam (2 rakaat salam, lalu 1 rakaat), maka qunut dibaca di rakaat ketiga. Jika witir dilakukan tiga rakaat sekaligus satu salam, maka qunut dibaca di rakaat terakhir tersebut.
Artinya, bukan dibaca di tengah-tengah tarawih, dan bukan pula setelah salam. Qunut dibaca saat masih dalam rangkaian salat witir.
Kenapa Ada Masjid yang Tidak Membaca Qunut?
Perbedaan ini wajar dalam khazanah Islam. Ada mazhab yang tidak menganggap qunut witir sebagai amalan rutin, sehingga mereka tidak membacanya, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan.
Karena itu, jika suatu malam Anda tarawih di masjid yang tidak membaca qunut, tidak perlu merasa aneh atau menganggapnya keliru. Begitu pula sebaliknya, jika imam membaca qunut cukup panjang, itu pun ada landasannya.
Sikap terbaik adalah mengikuti imam. Rasulullah mengajarkan agar makmum mengikuti imam dalam salat berjamaah. Jadi, selama masih dalam koridor syariat, perbedaan tersebut tidak perlu diperdebatkan.
Apakah Wajib Membaca Qunut dalam Tarawih?
Jawabannya tidak wajib. Qunut dalam witir hukumnya sunnah menurut sebagian besar ulama. Artinya, jika tidak dibaca, salat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi hanya karena meninggalkannya.
Ini penting untuk dipahami agar tidak muncul anggapan bahwa tarawih atau witir menjadi tidak sah hanya karena tanpa qunut.
Bijak Menyikapi Perbedaan
Perbedaan praktik qunut dalam rangkaian tarawih adalah hal yang sudah lama ada dalam tradisi fikih. Justru di situlah terlihat keluasan syariat Islam. Umat diberikan ruang untuk memilih pendapat yang diyakini paling kuat atau mengikuti kebiasaan lingkungan masing-masing.
Yang perlu dijaga adalah adab dan persatuan. Jangan sampai persoalan qunut yang hukumnya sunnah malah menimbulkan perpecahan.
Fokus utama Ramadan adalah meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Kesimpulan
Doa qunut tidak dibaca dalam setiap rakaat tarawih, melainkan biasanya dibaca pada rakaat terakhir salat witir setelah rukuk. Praktiknya berbeda-beda tergantung mazhab dan kebiasaan setempat, dan semuanya memiliki dasar.
Qunut dalam witir hukumnya sunnah, bukan wajib. Karena itu, tidak perlu bingung atau saling menyalahkan yang terpenting adalah kekhusyukan dan kebersamaan dalam beribadah.

Komentar