Ramadhan 1447 H yang tengah berlangsung menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah malam.
Salah satu amalan yang kerap dilakukan setelah shalat Tarawih adalah membaca Doa Kamilin secara berjamaah di masjid maupun mushala.
Doa ini biasanya dipimpin oleh imam dan diikuti para jamaah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keimanan yang sempurna, ampunan dosa, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Apa Itu Doa Kamilin?
Dilansir dari laman antaranews.com. Doa Kamilin adalah doa yang dibaca setelah rangkaian shalat Tarawih sebelum pelaksanaan shalat Witir.
Kata “kamilin” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “sempurna”, merujuk pada harapan agar umat Islam dijadikan hamba yang sempurna dalam iman dan ketaatannya.
Tradisi pembacaan doa ini sudah lama dilakukan di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari kekhusyukan ibadah Ramadhan.
Waktu Membaca Doa Kamilin
Secara umum, urutan pelaksanaannya adalah :
- Shalat Isya berjamaah
- Shalat Tarawih
- Pembacaan Doa Kamilin
- Shalat Witir sebagai penutup
Meskipun tidak termasuk rukun atau syarat sah Tarawih, doa ini dianjurkan sebagai bentuk ikhtiar memperbanyak dzikir dan permohonan kepada Allah SWT di malam Ramadhan.
Bacaan Doa Kamilin Lengkap
Lafal Arab
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Latin
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn, wa lil farâidli muaddîn, wa lish-shalâti hâfidhîn, wa liz-zakâti fâ‘ilîn, wa lima ‘indaka thâlibîn, wa li ‘afwika râjîn, wa bil-hudâ mutamassikîn, wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn, wa fid-dunyâ zâhidîn, wa fil âkhirati râghibîn, wa bil-qadlâ’i râdîn, wa lin-na‘mâ’i syâkirîn, wa ‘alal balâ’i shâbirîn, wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîn, wa alal haudli wâridîn, wa ilal jannati dâkhilîn, wa minan nâri nâjîn, wa ‘alâ sariiril karâmati qâ‘idîn, wa bi hûrun ‘în mutazawwijîn, wa min sundusin wa istabraqîn wa dîbâjin mutalabbisîn, wa min tha‘âmil jannati âkilîn, wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn, bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în, ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash-shiddîqîna wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîna, wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman.
Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfil mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn, wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn, wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Terjemahan
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji Nabi Muhammad pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga Nabi, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan pakaian sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas dan cawan, bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah anugerah dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.”
Doa ini juga memohon agar kelak dikumpulkan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, syuhada, dan orang-orang saleh, serta diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Keutamaan Membaca Doa Kamilin di Ramadhan 1447 H
Membaca Doa Kamilin bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk penghambaan diri yang mendalam. Isi doa ini mencakup :
- Permohonan kesempurnaan iman
- Keteguhan menjalankan kewajiban
- Harapan ampunan dan rahmat Allah
- Keselamatan di hari kiamat
- Keinginan masuk surga dan dijauhkan dari neraka
Di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini, doa-doa seperti Doa Kamilin menjadi sarana memperkuat spiritualitas setelah melaksanakan shalat malam.
Kesimpulan
Doa Kamilin adalah doa yang dianjurkan dibaca setelah shalat Tarawih sebelum Witir selama Ramadhan 1447 H.
Bacaan ini berisi permohonan agar menjadi hamba yang sempurna imannya, istiqamah dalam ibadah, serta mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Meskipun bukan bagian wajib dari shalat Tarawih, Doa Kamilin memiliki makna mendalam dan menjadi pelengkap kekhusyukan ibadah malam di bulan suci.
Dengan membaca dan memahami artinya, umat Islam dapat semakin menghayati setiap untaian doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Sumber : https://www.antaranews.com/









