Dalam pelaksanaan shalat, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk menambah kesempurnaan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan tersebut adalah membaca doa pada waktu tertentu dalam shalat Subuh.
Membaca doa qunut dalam shalat Subuh merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya dalam Mazhab Syafi’i.
Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk, keberkahan, serta perlindungan dalam kehidupan.
Memahami tata cara membaca doa qunut dengan benar, baik saat shalat sendiri maupun berjamaah, akan membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.
Perbedaan Doa Qunut dalam Shalat Berjamaah dan Sendiri
Terdapat beberapa perbedaan dalam pelaksanaan doa qunut antara shalat berjamaah dan shalat sendirian, terutama dalam hal cara membaca dan keterlibatan makmum.
Dengan mengetahui perbedaan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang benar.
Penjelasan ini juga sejalan dengan panduan yang disampaikan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Dilansir dari laman antaranews.com
Tata Cara Doa Qunut Saat Shalat Berjamaah
Dalam shalat berjamaah, doa qunut dipimpin oleh imam dan diikuti oleh makmum.
Berikut tata caranya:
- Setelah I’tidal
Pada rakaat kedua shalat Subuh, setelah bangun dari ruku’, imam mengangkat tangan dan mulai membaca doa qunut. - Bacaan Imam Dikeraskan
Imam membaca doa qunut dengan suara jelas agar dapat didengar oleh makmum. Pada bagian doa, lafal “ihdinî” biasanya diubah menjadi “ihdinâ” karena ditujukan untuk jamaah. - Peran Makmum
Makmum mendengarkan bacaan imam dan mengaminkan doa. Namun, ketika sampai pada bagian pujian seperti “fainnaka taqdhi”, makmum ikut membaca bagian tersebut secara pelan.
Tata Cara Doa Qunut Saat Shalat Sendiri
Saat melaksanakan shalat sendirian, terdapat beberapa perbedaan dalam membaca doa qunut:
- Dilakukan Setelah I’tidal
Sama seperti berjamaah, doa qunut dibaca pada rakaat kedua setelah bangun dari ruku’. - Dibaca Pelan
Bacaan doa qunut cukup dilafalkan dengan suara pelan untuk diri sendiri, tanpa perlu dikeraskan. - Tanpa Bacaan Amin
Karena tidak ada makmum, doa dibaca sebagai permohonan pribadi tanpa adanya respon “amin”.
Hukum Membaca Doa Qunut
Menurut pendapat Imam Nawawi, membaca doa qunut dalam shalat Subuh termasuk sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan.
Jika ditinggalkan, shalat tetap sah, namun disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi, baik ditinggalkan dengan sengaja maupun tidak.
Kesimpulan
Doa qunut dalam shalat Subuh memiliki peranan penting sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.
Terdapat perbedaan tata cara pelaksanaannya antara shalat berjamaah dan shalat sendiri, terutama dalam hal suara dan keterlibatan makmum.
Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat melaksanakan shalat dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Selain itu, mengamalkan doa qunut secara rutin juga dapat memperkuat keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Sumber : https://www.antaranews.com/berita/










