Salat Tarawih merupakan ibadah sunah yang menjadi ciri khas bulan suci Ramadan. Salat ini hanya dapat dilaksanakan pada malam Ramadan, baik secara berjemaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Keutamaan salat Tarawih disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah Ta’âlâ), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Dalam pelaksanaannya, terdapat peran bilal yang memandu bacaan selawat dan zikir di sela-sela rakaat. Bacaan tersebut memiliki makna pujian kepada Allah SWT dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Peran Bilal dalam Salat Tarawih
Bilal Tarawih adalah orang yang ditunjuk untuk memandu bacaan selawat, zikir, dan seruan di antara rakaat Tarawih dan Witir. Selain itu, bilal juga berfungsi sebagai penanda jumlah rakaat serta memberi jeda istirahat bagi jemaah.
Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Khalifah Umar bin Khattab ra, ketika umat Islam dikumpulkan untuk melaksanakan salat Tarawih berjemaah dengan satu imam.
Bacaan Bilal Sebelum Salat Tarawih
Bilal membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.
Bilal melanjutkan:
الصَّلَاةُ التَّرَاوِيْحِ مِنْ قِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ أَثَابَكُمُ اللَّهُ
Asholatu tarawihi min qiyami syahri ramadhan, atsabakumullah
Artinya: Salat Tarawih adalah bagian dari ibadah malam bulan Ramadan, semoga Allah memberi pahala kepada kalian.
Jemaah menjawab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Laa ilaaha illallah
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.
Bacaan Setelah Setiap Dua Rakaat
Bilal membaca:
فَضْلًا مِنَ اللهِ وَنِعْمَةً وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Sebagai karunia, nikmat, ampunan, dan rahmat dari Allah. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kemudian bilal membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.
Jemaah menjawab:
صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ
Shallallahu wasallam ‘alaihi
Artinya: Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepadanya.
Bacaan Tasbih di Tengah Tarawih
Bilal membaca:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُودِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَنَامُ وَلَا يَمُوتُ
Artinya:
Maha Suci Raja yang disembah, Maha Suci Raja Yang Maha Hidup, yang tidak tidur dan tidak mati.
Dilanjutkan:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya:
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
Bacaan Penghormatan kepada Khulafaur Rasyidin
Bilal membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Dilanjutkan:
أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ
Artinya:
Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.
Jemaah menjawab:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Artinya:
Semoga Allah meridhai mereka.
Bacaan Bilal Sebelum Salat Witir
Bilal membaca:
صَلُّوا سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
Shallu sunnatan minal witri jami’ah rahimakumullah
Artinya:
*Marilah melaksanakan salat sunah Witir secara berjemaah, semoga Allah merahmati kalian.*
Jemaah menjawab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Fungsi Bilal dalam Tarawih
Bilal memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan salat Tarawih berjemaah. Selain menjadi penanda rakaat, bilal juga memandu jemaah untuk memperbanyak zikir dan selawat.
Dengan adanya bilal, pelaksanaan salat Tarawih menjadi lebih tertib, khusyuk, dan penuh makna, sekaligus memperkuat suasana ibadah di bulan suci Ramadan.









