Dalam rangka menyempurnakan ibadah wajib yang dikerjakan setiap hari, umat Islam dianjurkan untuk menambah amalan sunnah sebagai pelengkap dan penyempurna pahala.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah sholat sunnah rawatib, yang memiliki banyak keutamaan bagi pelakunya.
Sholat sunnah rawatib merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat wajib.
Sholat ini dikenal dengan istilah qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah). Pelaksanaannya dilakukan setelah masuk waktu sholat wajib.
Untuk sholat qobliyah, dikerjakan sebelum iqamah, sedangkan sholat ba’diyah dilakukan setelah menyelesaikan sholat fardhu.
Hukum Sholat Rawatib
Dilansir dari laman cahaya.kompas.com. Hukum sholat rawatib terbagi menjadi dua jenis, yaitu sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakkad.
Sunnah muakkad adalah amalan yang sangat dianjurkan dan rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Sunnah ghairu muakkad adalah amalan yang tidak selalu dikerjakan, namun tetap dianjurkan.
Adapun sholat rawatib yang termasuk sunnah muakkad meliputi:
- 2 rakaat sebelum Subuh
- 4 rakaat sebelum Dzuhur
- 2 rakaat setelah Dzuhur
- 2 rakaat setelah Maghrib
- 2 rakaat setelah Isya
Sedangkan yang termasuk sunnah ghairu muakkad adalah:
- 2 rakaat tambahan setelah Dzuhur
- 4 rakaat sebelum Ashar
- 2 rakaat sebelum Maghrib
- 2 rakaat sebelum Isya
Niat Sholat Sunnah Rawatib
Niat merupakan bagian penting dalam sholat yang harus diucapkan dalam hati sebelum memulai ibadah.
Berikut beberapa bacaan niat sholat rawatib:
Niat Sholat Rawatib Sebelum Subuh
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatash shubhi rak’ataini qobliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat sebelum Subuh karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Sebelum Dzuhur
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الظهرِ رَكْعَتَيْنِ (أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ) قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatadzh dzhuhri rak’ataini (arba’a raka’aatin) qobliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua atau empat rakaat sebelum Dzuhur karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Setelah Dzuhur
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatadzh dzhuhri rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat setelah Dzuhur karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Sebelum Ashar
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ (أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ) قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatal ‘ashri rak’ataini (arba’a raka’aatin) qobliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua atau empat rakaat sebelum Ashar karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Sebelum Maghrib
- Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatal maghribi rak’ataini qobliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Setelah Maghrib
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ المَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat setelah Maghrib karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Sebelum Isya
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatal isyaa’i rak’ataini qobliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat sebelum Isya karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Rawatib Setelah Isya
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَهً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatal isyaa’i rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat mengerjakan sholat sunnah dua rakaat setelah Isya karena Allah Ta’ala.
Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib
1. Dibangunkan Rumah di Surga
Orang yang rutin menjaga sholat rawatib akan mendapatkan balasan berupa rumah di surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi.
2. Menyempurnakan Sholat Wajib
Sholat sunnah rawatib berfungsi sebagai penyempurna jika terdapat kekurangan dalam sholat wajib, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Ibnu Majah.
3. Mendapat Rahmat dari Allah
Melaksanakan sholat rawatib, khususnya sebelum Ashar, menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT, sebagaimana dalam hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi.
Kesimpulan
Sholat sunnah rawatib merupakan amalan penting yang dapat menyempurnakan ibadah sholat wajib.
Selain memiliki hukum sunnah, amalan ini juga memiliki keutamaan besar, seperti mendapatkan pahala, rahmat Allah, hingga dijanjikan rumah di surga.
Dengan memahami niat dan tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat lebih mudah mengamalkan sholat rawatib secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : https://cahaya.kompas.com/







