Di era digital seperti sekarang, berbagai layanan publik sudah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keamanan dan kemudahan akses.
Salah satunya adalah sistem biometrik yang digunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Fitur ini biasanya diterapkan saat proses aktivasi akun atau verifikasi data peserta, terutama melalui aplikasi resmi seperti JMO (Jamsostek Mobile).
Namun, tidak sedikit peserta yang mengeluhkan aktivasi biometrik gagal, baik karena wajah tidak terdeteksi, sistem error, maupun kendala teknis lainnya.
Situasi ini tentu membuat panik, apalagi jika aktivasi dibutuhkan untuk pencairan JHT atau pembaruan data penting.
Lalu, apa sebenarnya tujuan aktivasi biometrik dan bagaimana solusi jika prosesnya gagal? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tujuan Aktivasi Biometrik
Sistem biometrik diterapkan bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan utama dari kebijakan ini, antara lain:
- Meningkatkan Keamanan Data
- Mempercepat Proses Verifikasi
- Mendukung Layanan Online
- Mengurangi Risiko Penipuan
Penyebab Aktivasi Biometrik Gagal
Langkah ketiga yang diperlukan untuk memperbarui informasi Anda menggunakan aplikasi JMO adalah verifikasi biometrik, yang dilakukan setelah langkah-langkah untuk memperbarui dan mengonfirmasi data Anda.
Jika proses aktivasi biometrik tidak berhasil, biasanya ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Berikut ini beberapa kemungkinan yang sering terjadi, yang dilansir dari laman bpjsketenagakerjaan :
- Kurang pencahayaan. Saat akan mengambil foto, Anda perlu berada di ruangan atau tempat dengan pencahayaan yang cukup terang. Sebab, bila pencahayaan di sekitar tempat Anda redup atau remang-remang, wajah Anda mungkin akan sulit dikenali oleh sistem.
- Arah atau posisi wajah salah. Penyebab lain verifikasi biometrik gagal adalah kesalahan pada arah atau posisi wajah. Kemiringan arah wajah atau adanya objek lain (seperti kacamata atau sejumput rambut) di depan wajah juga mungkin menyulitkan sistem untuk mengenali wajah Anda.
- Tangan tidak stabil. Tangan yang Anda gunakan untuk memegang ponsel yang sedang mengambil foto Anda harus stabil agar hasil jepretan tidak buram atau bergoyang. Swafoto yang buram juga akan sulit dikenali sistem, sehingga proses verifikasi biometrik gagal.
- Fitur atau sensor pengenalan wajah perangkat bermasalah. Selain masalah teknis saat pengambilan gambar, faktor eksternal seperti perangkat sensor pengenalan wajah bermasalah juga dapat membuat verifikasi biometrik gagal.
- Koneksi tidak stabil. Penyebab terakhir dari kegagalan verifikasi biometrik adalah koneksi internet yang tidak stabil.
Cara Mengatasinya Verifikasi Biometrik yang Gagal
Jika Anda mengalami kegagalan aktivasi biometrik seperti yang diatas, tidak perlu khawatir. Adapun beberapa langkah-langkah yang bisa dicoba dari laman bpjsketenagakerjaan yaitu, sebagai beriut :
- Pindah ke lokasi yang terang. Agar foto yang Anda ambil dapat terbaca oleh sistem, Anda perlu melakukannya di ruangan atau tempat dengan cahaya yang cukup. Jadi, coba untuk berganti ruangan saat mengambil swafoto. Kemudian, Anda dapat menyalakan lampu atau membuka tirai jendela supaya cahaya menjadi lebih banyak.
- Posisikan wajah mengarah lurus ke kamera. Di aplikasi JMO, terdapat panduan mengambil foto untuk verifikasi biometrik, yaitu: seluruh wajah jelas dan menghadap kamera, pastikan posisi wajah sejajar kamera, mata kanan dan kiri terbuka lebar, serta nonaktifkan filter kamera. Anda bisa mengikuti urutan panduan ini agar proses verifikasi biometrik berhasil. Jangan lupa juga untuk melepaskan kacamata dan topi, serta memosisikan rambut agar tidak menutupi sebagian wajah.
- Gunakan penyangga kamera saat mengambil gambar. Getaran atau gerakan kecil tangan saat mengambil swafoto akan sangat memengaruhi hasil jepretan. Untuk itu, Anda bisa menggunakan penyangga kamera (tripod) saat akan melakukan swafoto. Jika tidak punya tripod, Anda bisa memanfaatkan meja atau kursi sebagai dudukan siku saat akan mengambil foto.
- Periksa perangkat Anda. Memastikan perangkat Anda memiliki sensor pengenalan wajah juga dapat menjadi solusi kegagalan verifikasi biometrik. Karena itu, cobalah amati dan cari tahu terlebih dahulu apakah ponsel pintar Anda memiliki sensor pengenalan yang bisa digunakan untuk proses verifikasi biometrik BPJS Ketenagakerjaan atau tidak.
- Ganti koneksi internet. Cara terakhir mengatasi verifikasi biometrik yang gagal adalah mengganti koneksi internet. Dengan begitu, proses verifikasi biometrik dapat berlangsung tanpa halangan konektivitas.
Kesimpulan
Aktivasi biometrik pada layanan BPJS Ketenagakerjaan bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan peserta dalam mengakses layanan digital.
Meski terkadang prosesnya mengalami kendala, sebagian besar masalah bisa diatasi dengan langkah sederhana seperti memperbaiki pencahayaan, memastikan koneksi internet stabil, atau memperbarui aplikasi.
Jika tetap gagal, peserta tidak perlu panik karena masih ada opsi verifikasi langsung di kantor cabang. Dengan memahami penyebab dan solusinya, proses aktivasi dapat dilakukan dengan lebih lancar dan aman.










