Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berencana membuka ribuan formasi aparatur sipil negara (ASN) guru pada tahun 2026.
Kebijakan ini dilakukan sebagai respons atas sekitar 1.300 guru yang memasuki masa pensiun di tahun yang sama.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengatasi kekurangan tenaga pendidik sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan di Jawa Timur.
Ribuan ASN Pensiun, Guru Jadi Jumlah Terbanyak
Dilansir dari laman ngopibareng.id. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terdapat sebanyak 2.647 ASN yang memasuki masa pensiun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 orang merupakan tenaga pendidik atau guru.
Kondisi ini membuat kebutuhan akan formasi guru baru menjadi sangat mendesak, mengingat peran penting guru dalam memenuhi hak pendidikan masyarakat.
Pemprov Pastikan Buka Formasi Pengganti Guru
Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, Pemprov Jatim memastikan akan membuka formasi ASN guru sebagai pengganti yang pensiun.
Hal ini dilakukan agar pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.
Menurut Indah Wahyuni, kebutuhan guru memang cukup tinggi karena sebagian besar ASN di lingkungan Pemprov Jatim berasal dari sektor pendidikan.
Penataan PPPK dan Guru Honorer Tetap Berjalan
Selain membuka formasi ASN baru, pemerintah daerah juga tengah melakukan penataan terhadap PPPK paruh waktu serta guru honorer.
Proses ini dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian PAN-RB.
Pemprov Jatim menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus dalam proses tersebut, karena semua dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku secara nasional.
Pendidikan Jadi Prioritas Layanan Dasar
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam pelayanan dasar kepada masyarakat.
Kebutuhan tenaga guru yang memadai dinilai penting untuk menjamin kualitas pendidikan, selain sektor kesehatan yang juga menjadi fokus utama pemerintah daerah.
400 Guru Terima Penghargaan Satyalencana Karya Satya
Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemprov Jatim memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 400 tenaga kependidikan.
Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Prosesi penyematan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada 5 Mei 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para tenaga pendidik dalam memajukan dunia pendidikan di Jawa Timur.
Kesimpulan
Tingginya jumlah guru yang memasuki masa pensiun pada tahun 2026 mendorong Pemprov Jawa Timur untuk membuka formasi ASN guru baru.
Langkah ini penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan tetap optimal.
Di sisi lain, pemerintah juga tetap melakukan penataan terhadap PPPK dan guru honorer sesuai regulasi.
Pemberian penghargaan kepada tenaga pendidik dalam momentum Hardiknas menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.
Sumber : https://www.ngopibareng.id/read/

Komentar