Doa qunut merupakan amalan yang biasa dibaca saat salat Subuh, baik dilakukan sendiri (munfarid) maupun secara berjamaah. Bacaan ini memiliki sedikit perbedaan tergantung pelaksanaannya, serta terdapat perbedaan pendapat ulama terkait hukumnya.
Berikut rangkuman lengkap yang telah diparafrase sesuai kaidah SEO tanpa menghilangkan isi penting, termasuk ayat doa.
Doa Qunut Subuh Sendiri (Munfarid)
Doa qunut tetap bisa dibaca ketika seseorang melaksanakan salat Subuh sendirian. Berikut bacaan lengkapnya:
Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allahummahdini fii man hadait, wa ‘aafini fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baariklii fii maa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahuu laa yazillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau beri kesehatan. Lindungilah aku sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, dan jauhkan aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau Maha Menetapkan dan tidak dapat ditetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala puji atas ketetapan-Mu. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Doa Qunut Subuh Berjamaah
Saat dilakukan berjamaah, bacaan qunut mengalami perubahan pada kata ganti menjadi bentuk jamak (kami). Hal ini karena imam dianjurkan mendoakan seluruh makmum, bukan hanya dirinya sendiri.
Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allahummahdinaa fii man hadait, wa ‘aafinaa fii man ‘aafait, wa tawallanaa fii man tawallait, wa baarik lanaa fii maa a’thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhait, wa astagfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana mereka yang Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana mereka yang Engkau beri kesehatan. Lindungilah kami sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan jauhkan kami dari keburukan yang Engkau tetapkan…”
Tata Cara Membaca Doa Qunut Subuh
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua setelah i’tidal dalam salat Subuh. Urutan singkatnya meliputi:
- Niat salat Subuh
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Rukuk dan i’tidal
- Membaca doa qunut pada rakaat kedua
- Melanjutkan sujud hingga salam
Hukum Membaca Doa Qunut Subuh
Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai hukum qunut Subuh:
- Mazhab Syafi’i dan Maliki: disunnahkan (sunah muakkad)
- Mazhab Hanafi dan Hanbali: tidak dianjurkan secara khusus
Perbedaan ini didasarkan pada hadis yang menunjukkan Rasulullah SAW pernah melakukan qunut secara terus-menerus, namun ada juga riwayat bahwa beliau tidak selalu melakukannya.
Penutup
Doa qunut Subuh dapat diamalkan baik secara sendiri maupun berjamaah dengan sedikit perbedaan pada redaksi doa. Selain memahami bacaan, penting juga mengetahui hukum dan tata caranya agar ibadah semakin sempurna.
Meski terdapat perbedaan pendapat ulama, umat Islam tetap dapat memilih sesuai keyakinan mazhab masing-masing tanpa saling menyalahkan.
Sumber : https://kumparan.com

Komentar