Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal bulan Dzulhijjah adalah menjalankan puasa sunnah. Banyak kaum Muslimin yang mulai bertanya, puasa apa saja sebelum Idul Adha dan kapan waktu pelaksanaannya?
Bulan Dzulhijjah termasuk bulan mulia dalam kalender Hijriah. Pada sepuluh hari pertamanya terdapat keutamaan besar yang disebut dalam banyak riwayat. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen ini dengan ibadah, dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga berpuasa sunnah.
Puasa menjelang Idul Adha tidak hanya satu jenis. Ada puasa Dzulhijjah pada awal bulan, puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, serta puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ketiganya menjadi amalan yang banyak dikerjakan umat Islam karena memiliki keutamaan besar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap puasa apa saja sebelum Idul Adha, waktu pelaksanaan, niat, dan keutamaannya.
Keutamaan Puasa Menjelang Idul Adha
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh. Amal ibadah yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Karena itu, puasa sunnah di awal Dzulhijjah menjadi kesempatan untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Selain itu, puasa juga melatih kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan. Menjelang hari raya kurban, puasa menjadi persiapan spiritual agar hati lebih bersih dan khusyuk dalam menyambut Idul Adha.
Puasa Apa Saja Sebelum Idul Adha?
Berikut beberapa puasa sunnah yang biasa dikerjakan sebelum Idul Adha:
1. Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
Puasa ini dilakukan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menjalankannya.
Tidak wajib berpuasa penuh selama tujuh hari, tetapi jika sanggup tentu sangat baik. Bisa juga memilih beberapa hari sesuai kemampuan.
Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُو الْحِجَةٌ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya : Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Hari Tarwiyah memiliki makna penting dalam rangkaian ibadah haji, karena pada hari itu jamaah haji mulai bergerak menuju Mina.
Meski status hadis tentang puasa Tarwiyah diperselisihkan sebagian ulama, banyak umat Islam tetap mengerjakannya sebagai bagian dari puasa sunnah awal Dzulhijjah.
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya : Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang paling terkenal menjelang Idul Adha. Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan saat jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, yaitu diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebut dalam hadis sahih.
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya : Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.
Jadwal Puasa Menjelang Idul Adha
Secara umum, urutan puasa sebelum Idul Adha adalah :
- 1–7 Dzulhijjah: Puasa sunnah Dzulhijjah
- 8 Dzulhijjah: Puasa Tarwiyah
- 9 Dzulhijjah: Puasa Arafah
- 10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha (diharamkan berpuasa)
Karena kalender Hijriah bergantung rukyat atau hisab resmi, tanggal Masehi bisa berbeda tiap tahun sesuai penetapan pemerintah.
Siapa yang Dianjurkan Berpuasa?
Puasa sunnah ini dianjurkan bagi Muslim yang sehat, tidak sedang safar berat, dan mampu menjalankannya. Jika sedang sakit, hamil, menyusui, atau memiliki uzur syar’i lainnya, maka tidak diwajibkan dan boleh tidak berpuasa.
Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, sebagian ulama menganjurkan tidak berpuasa agar lebih kuat menjalani rangkaian ibadah haji.
Amalan Lain Menjelang Idul Adha
Selain puasa, ada beberapa ibadah yang baik dilakukan menjelang Idul Adha, antara lain :
- Memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil
- Membaca Al-Qur’an
- Bersedekah kepada yang membutuhkan
- Memperbanyak doa dan istighfar
- Menyiapkan hewan kurban bagi yang mampu
- Menjaga silaturahmi dan akhlak baik
Kesimpulan
Menjelang Idul Adha, umat Islam dapat mengerjakan beberapa puasa sunnah, yaitu puasa Dzulhijjah pada tanggal 1 sampai 7, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Ketiga puasa ini menjadi amalan mulia yang dapat menambah pahala dan meningkatkan ketakwaan.
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, sedekah, dan amal saleh lainnya. Dengan memanfaatkan hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah, semoga kita dapat menyambut Idul Adha dengan hati yang bersih dan penuh keimanan.
Sumber :
https://www.detik.com/jateng/berita/d-7944103/bacaan-niat-puasa-sunnah-sebelum-idul-adha-2025-beserta-tata-cara-dan-jadwalnya








