Menjelang seleksi CPNS 2026, informasi mengenai formasi yang tersedia menjadi hal penting untuk dipahami sejak awal.
Berdasarkan pola rekrutmen tahun-tahun sebelumnya, Kejaksaan RI membuka berbagai posisi yang terbagi ke dalam beberapa kelompok jabatan, mulai dari fungsional hingga pelaksana.
Formasi Utama yang Selalu Dibuka di Kejaksaan RI
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah formasi inti yang hampir selalu tersedia dalam seleksi CPNS Kejaksaan. Formasi ini menjadi favorit karena jumlah kebutuhan besar dan peran strategisnya.
1. Jaksa (Ahli Pertama)
Formasi paling bergengsi di Kejaksaan adalah Jaksa. Posisi ini diperuntukkan bagi lulusan S1 Hukum dan menjadi tulang punggung penegakan hukum.
- Tugas utama: menangani perkara pidana dan mewakili negara di pengadilan
- Persaingan: sangat ketat
- Syarat umum: IPK tinggi, sehat jasmani, dan lulus seleksi ketat
Formasi ini hampir selalu tersedia setiap tahun dan menjadi incaran utama pelamar.
2. Analis Hukum dan Analis Perkara
Selain jaksa, Kejaksaan juga membuka posisi analis untuk mendukung proses hukum.
Contoh jabatan: Analis Perkara, Analis Kebijakan
- Tugas: mengkaji kasus, menyusun laporan hukum, dan mendukung keputusan
- Latar belakang pendidikan: hukum, administrasi negara, atau sejenisnya
- Formasi ini penting untuk memperkuat sistem kerja internal Kejaksaan.
3. Penjaga Tahanan
Formasi ini biasanya terbuka untuk lulusan SMA/SMK dan cukup diminati.
- Tugas: menjaga tahanan dan membantu pengelolaan perkara
- Kualifikasi: fisik prima, disiplin tinggi
- Peluang: terbuka luas untuk non-sarjana
Posisi ini menjadi jalur masuk ASN bagi lulusan SMA di Kejaksaan.
Formasi Jabatan Fungsional Lainnya
Selain formasi utama, Kejaksaan RI juga rutin membuka jabatan fungsional untuk mendukung operasional lembaga. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pranata Komputer
- Arsiparis
- Pranata Hubungan Masyarakat
- Auditor
- Penerjemah
- Penyuluh Sosial
Jabatan ini berperan dalam mendukung administrasi, teknologi informasi, dan komunikasi publik.
Formasi Tenaga Administrasi dan Pelaksana
Kejaksaan juga membutuhkan tenaga pelaksana untuk mendukung operasional harian. Contoh formasi:
- Pengadministrasi Perkantoran
- Operator Layanan Operasional
- Pengelola Penanganan Perkara
Formasi ini biasanya tersedia dalam jumlah cukup banyak dan terbuka untuk berbagai jurusan.
Formasi Khusus dan Tenaga Kesehatan
Pada kondisi tertentu, Kejaksaan RI juga membuka formasi khusus, termasuk tenaga kesehatan. Contohnya:
- Dokter umum dan dokter gigi
- Perawat dan bidan
- Apoteker dan nutrisionis
Formasi ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan internal Kejaksaan.
Penutup
Formasi CPNS di Kejaksaan RI sangat beragam, mulai dari jaksa, analis hukum, penjaga tahanan, hingga tenaga administrasi dan kesehatan. Bagi calon pelamar, memahami jenis formasi sejak awal akan membantu menentukan strategi pendaftaran dan persiapan yang lebih matang.
Sumber
https://smartcasn.com/cpns-kejaksaan-2026









