Sholat witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai penutup rangkaian sholat malam.
Rasulullah SAW dikenal selalu menjaga pelaksanaan sholat witir dalam berbagai keadaan, yang menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang muslim.
Sholat witir dapat dikerjakan setelah salat Isya, setelah Tarawih, maupun setelah tahajud di sepertiga malam terakhir.
Oleh karena itu, memahami tata cara pelaksanaannya menjadi hal penting agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Dilansir dari laman cahaya.kompas.com. Sholat witir adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup ibadah.
Hukum dan Keutamaan Sholat Witir
Sholat witir termasuk dalam kategori sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut, yaitu witir.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat witir memiliki keutamaan besar sebagai penyempurna ibadah malam serta bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Jumlah Rakaat Sholat Witir
Witir 1 Rakaat
Jumlah minimal sholat witir adalah satu rakaat.
Meskipun sederhana, pelaksanaan ini tetap sah dan dapat menjadi penutup sholat malam.
Witir 3 Rakaat
Tiga rakaat merupakan bentuk yang paling umum dilakukan.
Pelaksanaannya bisa dilakukan sekaligus atau dipisah.
Witir Lebih dari 3 Rakaat
Jumlah rakaat witir dapat ditambah menjadi lima, tujuh, sembilan, hingga maksimal sebelas rakaat.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in yang menyebutkan bahwa jumlah maksimal witir adalah sebelas rakaat.
Niat Sholat Witir
Niat Witir 1 Rakaat
“Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.
Niat Witir 3 Rakaat Sekaligus
“Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat shalat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.
Niat Witir 2 Rakaat + 1 Rakaat
Niat dua rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Niat satu rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Cara Wasal (Langsung)
Pelaksanaan witir tiga rakaat dilakukan tanpa salam di tengah.
Bisa menggunakan satu tasyahud di akhir atau dua tasyahud seperti sholat Magrib.
Cara Fashal (Dipisah)
Cara ini dilakukan dengan memisahkan satu rakaat terakhir.
Pelaksanaannya adalah dua rakaat salam, kemudian dilanjutkan satu rakaat. Cara ini dinilai lebih utama dalam beberapa pendapat ulama.
Tata Cara Sholat Witir 1 Rakaat
Langkah-langkahnya:
- Berniat dalam hati sebelum takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Melakukan ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua
- Menutup dengan tasyahud akhir dan salam
Bacaan dalam Sholat Witir
Pada witir tiga rakaat, dianjurkan membaca:
- Rakaat pertama: Surah Al-A’la
- Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun
- Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir
Doa Witir
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Artinya: Maha Suci Allah, Penguasa Yang Maha Kudus.
Dzikir Setelah Witir
Dibaca sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ
Bacaan tambahan:
لَا إِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Sholat witir dapat dilakukan setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.
Bagi yang yakin dapat bangun di malam hari, disarankan untuk mengakhirkan witir di penghujung malam.
Kesimpulan
Sholat witir merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar sebagai penutup sholat malam.
Pelaksanaannya fleksibel dengan jumlah rakaat ganjil, mulai dari satu hingga sebelas rakaat.
Dengan memahami niat, tata cara, bacaan, serta waktu pelaksanaannya, seorang muslim dapat menjalankan sholat witir dengan lebih sempurna sesuai tuntunan syariat.
Konsistensi dalam melaksanakan witir juga menjadi bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sumber: https://cahaya.kompas.com/










