Bismillah, walhamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.
Dzikir pagi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena menjadi bentuk ketaatan dan pengingat diri kepada Allah ﷻ di awal hari. Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk memulai dzikir pagi?
Dalil Perintah Dzikir Pagi dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdzikir di waktu pagi dan petang. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Dan sebutlah nama Tuhanmu (berdzikir) pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Insan: 25)
Dalam ayat lain, Allah ﷻ juga berfirman:
فَسُبْحَانَ اللّٰهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ
“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari.” (QS. Ar-Rum: 17)
Para ulama menjelaskan bahwa perintah ini mencakup berbagai bentuk ibadah, seperti shalat, tasbih, tahlil, dan dzikir secara umum pada waktu-waktu tersebut.
Dalil Dzikir Pagi dari Hadits
Salah satu hadits yang menjelaskan keutamaan dzikir pagi adalah riwayat dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membaca pada setiap pagi dan petang: ‘Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil-arḍi walā fis-samā’i wa huwa as-samī‘ul ‘alīm’ sebanyak tiga kali, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, hasan shahih)
Hadits ini menunjukkan betapa besar perlindungan yang diberikan Allah bagi orang yang rutin berdzikir di waktu pagi.
Kapan Waktu Dzikir Pagi Dimulai?
Secara bahasa, kata “bukroh” (بكرة) berarti awal hari. Para ulama menjelaskan bahwa waktu dzikir pagi sangat luas, yaitu:
- Dimulai sejak terbitnya fajar (masuk waktu Subuh)
- Berlangsung hingga matahari meninggi atau mendekati waktu Zuhur
Beberapa pendapat ulama:
- Disebutkan bahwa dzikir pagi bisa dilakukan sebelum Subuh, setelah Subuh, atau setelah matahari terbit
- Bahkan, waktunya masih termasuk hingga matahari berada di pertengahan langit
Artinya, umat Islam memiliki kelonggaran dalam mengamalkan dzikir pagi sesuai kondisi masing-masing.
Waktu Paling Afdhal Dzikir Pagi
Meskipun waktunya luas, para ulama menegaskan adanya waktu yang paling utama (afdhal), yaitu:
Setelah shalat Subuh hingga matahari terbit sempurna
Ini adalah waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir karena:
- Termasuk awal aktivitas harian
- Lebih mudah menghadirkan kekhusyukan
- Sesuai dengan praktik yang dianjurkan para ulama
Kesimpulan
Waktu dzikir pagi tidak terbatas pada satu jam tertentu, melainkan cukup luas, yaitu sejak terbit fajar hingga menjelang siang. Namun, waktu yang paling utama adalah setelah shalat Subuh sampai matahari terbit.
Karena itu, Anda bisa menyesuaikan waktu dzikir pagi dengan jadwal Subuh di daerah masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi dan keikhlasan dalam berdzikir.
Sumber : https://konsultasisyariah.com










