Informasi
Beranda / Informasi / IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Pergerakan pasar saham Indonesia menunjukkan kinerja yang cukup positif pada perdagangan terbaru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tajam seiring membaiknya sentimen global serta dorongan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Penguatan tersebut memberikan optimisme bagi pelaku pasar setelah sebelumnya pasar sempat dibayangi berbagai ketidakpastian global.

Sentimen geopolitik yang mulai mereda serta pergerakan harga komoditas dunia turut memberikan pengaruh terhadap kinerja pasar saham domestik. Selain faktor eksternal, kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pergerakan pasar ke depan.

IHSG Ditutup Menguat Signifikan

Pada perdagangan Rabu 08 April 2026, IHSG tercatat ditutup menguat sebesar 4,42 persen atau naik 308,18 poin sehingga berada di level 7.279,21. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya optimisme investor di pasar saham domestik.

Berdasarkan data perdagangan dari IDX Mobile, mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia mengalami penguatan. Sebanyak 652 saham tercatat naik, sementara 108 saham mengalami penurunan dan 198 saham lainnya bergerak stagnan.

Pergerakan positif tersebut menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks.

Saham Big Caps Dorong Kenaikan IHSG

Di lansir dari laman bisnis.com, penguatan IHSG pada perdagangan kali ini tidak terlepas dari kontribusi sejumlah saham unggulan atau big caps. Saham-saham tersebut menjadi motor utama yang mendorong indeks komposit bergerak di zona hijau.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat naik 3,85 persen dan ditutup pada level Rp6.750. Kemudian saham PT Barito Renewables Energi Tbk. (BREN) menguat 7,53 persen ke posisi Rp5.000. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami kenaikan sebesar 3,41 persen hingga mencapai Rp3.340. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut mencatat penguatan 7,18 persen ke harga Rp4.480.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melesat 13,45 persen dan ditutup di level Rp5.525. Lonjakan saham-saham besar tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan IHSG secara keseluruhan.

Sentimen Global Angkat Kepercayaan Investor

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa penguatan IHSG dipicu oleh membaiknya sentimen global, khususnya terkait perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kedua negara tersebut dilaporkan menyepakati rencana gencatan senjata yang diperkirakan berlangsung dalam dua minggu ke depan. Kesepakatan ini memberikan harapan baru bagi stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar global.

Meredanya ketegangan tersebut juga berdampak pada harga minyak dunia yang mengalami penurunan hingga kembali diperdagangkan di bawah level US$100 per barel.

Phintraco Sekuritas menilai bahwa keputusan Amerika Serikat untuk memperpanjang batas waktu bagi Iran terkait pembukaan Selat Hormuz dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham, termasuk IHSG, dalam jangka pendek.

Analisis Teknikal Perkuat Tren Penguatan

Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan sinyal yang cukup positif. Pada sesi pertama perdagangan, indeks sempat menguat sekitar 3,39 persen dan berhasil menembus level resistance psikologis di angka 7.100.

Keberhasilan menembus level tersebut menjadi indikator bahwa tren penguatan masih berpotensi berlanjut. Indikator teknikal lain seperti MACD juga mulai menunjukkan histogram positif, sementara stochastic RSI bergerak naik yang menandakan momentum penguatan masih terjaga.

Kombinasi antara faktor fundamental global dan sinyal teknikal ini membuat penguatan IHSG sesuai dengan proyeksi Phintraco Sekuritas yang sebelumnya memperkirakan indeks dapat bergerak di kisaran level 7.200.

Faktor Domestik Masih Perlu Diperhatikan

Meski pasar saham mendapat dukungan dari sentimen global yang positif, investor juga tetap mencermati sejumlah faktor domestik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG ke depan.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Phintraco Sekuritas mencatat bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 telah mencapai sekitar 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal pertama tahun ini.

Peningkatan defisit tersebut dinilai dapat memicu risiko keluarnya dana investor asing, terutama dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Jika hal tersebut terjadi, maka imbal hasil obligasi berpotensi meningkat yang pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap saham-saham di sektor keuangan.

Kesimpulan

Kinerja IHSG yang menguat tajam hingga 4,42 % menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik di tengah dinamika global. Sentimen geopolitik yang mereda serta dukungan dari saham-saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama yang mendorong penguatan indeks.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai risiko yang berasal dari faktor domestik maupun global. Kondisi fiskal negara serta pergerakan dana investor asing akan menjadi salah satu penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak dan tetap memperhatikan dinamika pasar yang terus berkembang.

Sumber :

https://market.bisnis.com/read/20260409/189/1965272/rekomendasi-saham-dan-pergerakan-ihsg-hari-ini-kamis-9-april-2026#goog_rewarded

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan