Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / Pasar Saham Asia Menguat, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif

Pasar Saham Asia Menguat, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif

Pasar Saham Asia Menguat, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif
Pasar Saham Asia Menguat, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Sentimen Positif

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (3/4/2026).

Penguatan ini didorong oleh optimisme pasar terkait kemungkinan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.



Harapan Pembukaan Selat Hormuz Angkat Sentimen Pasar

Kabar positif muncul setelah adanya laporan bahwa Iran bersama Oman tengah menyusun protokol pengawasan lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyebutkan bahwa pergerakan kapal tanker minyak ke depan akan diawasi dan dikoordinasikan oleh kedua negara. Informasi ini dilansir dari laman cnbcindonesia.com.

Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan tajam harga minyak global.

Pada perdagangan sebelumnya:

  • Minyak mentah berjangka AS naik hampir 12% ke level US$112,06 per barel
  • Minyak Brent meningkat sekitar 8% ke US$109,24 per barel

Bahkan, harga spot minyak Brent sempat menyentuh US$141,36 per barel, tertinggi sejak krisis keuangan 2008 menurut S&P Global.



Pergerakan Bursa Asia-Pasifik

Beberapa indeks utama di kawasan Asia mencatatkan pergerakan beragam:

  • Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,75% saat pembukaan
  • Indeks Kosdaq turun tipis 0,16%
  • Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,91%
  • Indeks Topix naik 0,65%
  • Indeks CSI 300 China melemah 0,47%

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas kerja sama di berbagai sektor, termasuk teknologi dan energi.

Dinamika Pasar Global dan AS

Dari Jepang, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menilai pidato Presiden AS Donald Trump memberikan dampak signifikan terhadap pasar, termasuk memicu aktivitas spekulatif di pasar minyak dan mata uang.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang juga mencetak rekor baru:

  • Obligasi 2 tahun: 1,391% (tertinggi sejak 1995)
  • Obligasi 10 tahun: 2,399% (tertinggi sejak 1999)



Sementara itu, kontrak berjangka AS menunjukkan pergerakan terbatas:

  • S&P 500 relatif stagnan
  • Nasdaq-100 turun 0,07%
  • Dow Jones naik tipis 0,02%

Pada sesi sebelumnya, indeks utama AS bergerak fluktuatif:

  • Dow Jones turun 0,13%
  • S&P 500 naik 0,11%
  • Nasdaq Composite naik 0,18%

Kesimpulan

Penguatan pasar saham Asia dipicu oleh harapan pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz serta lonjakan harga minyak dunia.

Meski demikian, volatilitas masih membayangi pasar global akibat faktor geopolitik dan pergerakan harga energi.

Investor tetap perlu mencermati perkembangan situasi untuk mengambil keputusan yang tepat.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan