Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / GILA! 10 Saham Ini Meledak Hingga 118% dalam Sepekan, YPAS Rajanya—IHSG Malah Tumbang!

GILA! 10 Saham Ini Meledak Hingga 118% dalam Sepekan, YPAS Rajanya—IHSG Malah Tumbang!

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers selama periode perdagangan 30 Maret hingga 2 April 2026. Meski pasar secara keseluruhan melemah, beberapa emiten justru mencuri perhatian dengan kenaikan harga yang tajam.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk. (YPAS) menjadi yang paling unggul dengan kenaikan fantastis mencapai 118,90%. Harga sahamnya melonjak dari Rp635 menjadi Rp1.390 per lembar dalam sepekan.

Di posisi kedua, saham PT Chemstar Indonesia Tbk. (CHEM) menguat 63,10% dari Rp84 menjadi Rp137 per saham. Sementara itu, saham MSIN milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo berada di peringkat ketiga setelah naik 60,58% ke level Rp835 per saham.



Daftar 10 Top Gainers Sepekan

Berikut deretan saham dengan kenaikan tertinggi selama sepekan:

  • YPAS: naik 118,90% (Rp635 → Rp1.390)
  • CHEM: naik 63,10% (Rp84 → Rp137)
  • MSIN: naik 60,58% (Rp520 → Rp835)
  • ALKA: naik 57,39% (Rp575 → Rp905)
  • ASPR: naik 44,26% (Rp183 → Rp264)
  • VERN: naik 27,45% (Rp102 → Rp130)
  • BLES: naik 25,20% (Rp123 → Rp154)
  • TEBE: naik 23,50% (Rp1.170 → Rp1.445)
  • BANK: naik 22,64% (Rp424 → Rp520)
  • IMPC: naik 20,43% (Rp1.860 → Rp2.240)

Kenaikan ini menunjukkan adanya pergerakan selektif di pasar, di mana saham-saham tertentu tetap mampu mencetak cuan meskipun kondisi indeks sedang tertekan.



IHSG Melemah 0,99% dalam Sepekan

Berbanding terbalik dengan performa saham-saham tersebut, IHSG justru mencatatkan pelemahan sepanjang pekan yang sama.

IHSG turun sebesar 0,99% atau terkoreksi 70,27 poin, dari level 7.097,05 menjadi 7.026,78. Penurunan ini turut diiringi dengan menyusutnya kapitalisasi pasar sebesar 1,69%, dari Rp12.516 triliun menjadi Rp12.305 triliun.

Nilai Transaksi Harian Ikut Tertekan

Selain pelemahan indeks, aktivitas perdagangan juga mengalami penurunan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat anjlok 36,69%.

Pada periode sebelumnya (25–27 Maret 2026), RNTH berada di kisaran Rp23,32 triliun. Namun pada pekan 30 Maret–2 April 2026, nilainya turun menjadi Rp14,77 triliun.

Kondisi ini mencerminkan adanya penurunan minat transaksi investor di tengah tekanan pasar, meskipun beberapa saham masih mampu mencatatkan kinerja impresif.



Kesimpulan

Secara keseluruhan, pergerakan pasar selama sepekan menunjukkan kontras yang cukup tajam. Di satu sisi, sejumlah saham mampu mencatatkan lonjakan signifikan dan memberikan cuan besar bagi investor. Namun di sisi lain, pelemahan IHSG serta turunnya nilai transaksi mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi selektif dalam berinvestasi. Investor perlu lebih jeli dalam membaca peluang, karena meskipun pasar sedang melemah, tetap ada saham-saham potensial yang mampu memberikan keuntungan maksimal.

Sumber :https://market.bisnis.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan