Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / Dua Saham Energi Melemah, BREN dan RLCO Serentak Turun di Bursa

Dua Saham Energi Melemah, BREN dan RLCO Serentak Turun di Bursa

Dua Saham Energi Melemah, BREN dan RLCO Serentak Turun di Bursa

Pergerakan saham sektor energi di Bursa Efek Indonesia kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, dua emiten energi yakni BREN dan RLCO mengalami tekanan harga secara bersamaan. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung berfluktuasi serta sentimen global yang memengaruhi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Koreksi pada saham energi sebenarnya bukan fenomena baru. Sektor ini sering kali mengalami pergerakan yang cukup tajam karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan harga komoditas, sentimen investor, hingga aksi korporasi dari perusahaan terkait. Dalam situasi pasar yang sedang tidak stabil, saham dengan volatilitas tinggi biasanya menjadi yang paling cepat mengalami penyesuaian harga.

Saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, yakni saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terlihat paling anjlok hingga 12,73% ke harga Rp 4.800 per saham.

Saham lainnya yakni PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) juga anjlok 6,82% ke harga Rp 6.150 per saham.



Tekanan Harga pada Saham Energi

Pada perdagangan terbaru di Bursa Efek Indonesia, sejumlah saham energi terlihat berada di zona merah. Kondisi ini sejalan dengan pelemahan pasar saham secara keseluruhan. IHSG sendiri sempat mengalami koreksi cukup dalam akibat banyaknya saham yang turun secara bersamaan. Tercatat ratusan saham melemah sehingga menekan indeks ke level yang lebih rendah.

Dalam situasi seperti ini, saham sektor energi termasuk yang ikut terdampak. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung atau menahan transaksi hingga kondisi pasar lebih stabil. Hal ini menyebabkan harga beberapa emiten energi mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Pelemahan yang terjadi pada saham BREN dan RLCO, karena terkena sentimen pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham yang masuk ke dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration) di atas 95%.

Saham BREN dan RLCO menjadi dua di antara emiten yang mencatat pelemahan dalam sesi perdagangan tersebut. Penurunan ini menambah daftar saham energi yang bergerak negatif seiring sentimen pasar yang kurang kondusif.



Pelemahan Saham BREN Dan RLCO

Di lansir dari laman investorid, mengenai BREN dijelaskan berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 31 Maret 2026, saham BREN dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,31% dari total saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat BREN.

Kemudian, untuk saham RLCO dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,35% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat RLCO.
Selain dua saham tersebut, terdapat saham lainnya yang juga masuk ke dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration), di antaranya saham DSSA, ROCK, MGLV, SOTS, AGII, dan LUCY.

Berdasarkan data Stockbit, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga anjlok 5,42% ke harga Rp 960 per saham.

Lalu, saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) juga melemah 3,9% ke harga Rp 2.220 per saham dan saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) juga melemah 2,06% ke harga Rp 3.330.



Kesimpulan

Saham energi kembali menjadi sorotan setelah dua emiten, yakni BREN dan RLCO, mengalami pelemahan secara bersamaan di Bursa Efek Indonesia. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar saham yang sedang berfluktuasi serta tekanan pada berbagai sektor.

BREN yang bergerak di bidang energi terbarukan dan RLCO yang sebelumnya mencatat kenaikan signifikan sama-sama mengalami koreksi harga dalam sesi perdagangan terbaru. Berbagai faktor seperti kondisi pasar global, aksi ambil untung investor, serta struktur kepemilikan saham turut memengaruhi pergerakan kedua saham tersebut.

Meskipun demikian, sektor energi tetap memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pergerakan saham seperti BREN dan RLCO masih akan terus menjadi perhatian investor yang memantau peluang di pasar modal Indonesia.

Sumber :

https://investor.id/market/433969/saham-bren-dan-rlco-kompak-rontok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan