Kabar aksi korporasi kembali datang dari emiten grup besar yang menarik perhatian pelaku pasar saham.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi mengumumkan rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25.
Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 11 Maret 2026.
Dalam keterbukaan informasi pada 2 April 2026, dijelaskan bahwa setiap 1 saham lama akan dipecah menjadi 25 saham baru, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp25 menjadi Rp1 per lembar.
Sudah Disetujui BEI
Aksi korporasi ini juga telah memperoleh persetujuan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 April 2026.
Persetujuan tersebut dituangkan dalam surat resmi terkait pencatatan saham hasil pemecahan saham. Informasi ini dilansir dari laman cnbcindonesia.com
Dampak pada Struktur Saham
Setelah stock split, jumlah saham ditempatkan dan disetor DSSA akan meningkat signifikan dari sekitar 7,7 miliar lembar menjadi sekitar 192,6 miliar lembar saham.
Meski jumlah saham bertambah, total nilai nominal modal disetor tidak mengalami perubahan.
Hal ini karena stock split hanya mengubah jumlah lembar saham, bukan nilai keseluruhan perusahaan.
Tujuan Meningkatkan Likuiditas
Manajemen DSSA menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar.
Selain itu, harga saham yang lebih terjangkau diharapkan mampu menarik lebih banyak investor, terutama investor ritel.
Jadwal Pelaksanaan Stock Split DSSA
Berikut jadwal lengkap pelaksanaan stock split DSSA:
- 8 April 2026: hari terakhir perdagangan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi
- 9 April 2026: mulai perdagangan saham dengan nominal baru di pasar reguler dan negosiasi
- 10 April 2026: recording date
- 13 April 2026: awal perdagangan saham dengan nominal baru di pasar tunai
Perseroan juga memastikan tidak akan ada saham pecahan dalam proses ini serta tidak dikenakan biaya kepada pemegang saham.
Pergerakan Harga Saham DSSA
Pada perdagangan terakhir sekitar pukul 11.15 WIB, saham DSSA tercatat berada di level 69.825 atau naik 1,9%.
Sebelumnya, saham ini sempat mencapai level tertinggi di 116.000 pada penutupan 27 Januari 2026.
Kesimpulan
Aksi stock split DSSA dengan rasio 1:25 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas dan daya tarik saham di pasar.
Dengan harga yang lebih terjangkau, peluang masuknya investor baru semakin terbuka.
Meski tidak mengubah nilai perusahaan secara fundamental, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan dan memperluas basis investor ke depannya.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/

Komentar