Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar selalu menjadi pertanyaan umat Islam saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya para malaikat dan penuh dengan keberkahan.
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam-malam ganjil pada fase akhir Ramadan. Namun, sejumlah hadits Rasulullah SAW juga menjelaskan beberapa ciri atau tanda alam yang menyertai Lailatul Qadar.
Dilansir dari umsida.ac.id berikut 4 hadits tentang tanda datangnya Lailatul Qadar yang sering dijadikan rujukan.
1. Udara dan Suasana Malam Terasa Tenang
Dalam hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Al-Bazzar, sahabat Ubay bin Ka’ab meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lemah kemerahan.”
Hadits ini menjelaskan bahwa suasana malam Lailatul Qadar terasa nyaman dan menenangkan. Udara tidak terasa ekstrem, sehingga mendukung kekhusyukan dalam beribadah.
2. Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Tanda berikutnya terdapat dalam hadits riwayat Muslim. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.
“Pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.” (HR. Muslim no. 762)
Cahaya matahari tampak lembut dan tidak menyengat, berbeda dari biasanya. Fenomena ini sering disebut sebagai salah satu tanda paling dikenal dari malam Lailatul Qadar.
3. Suhu Tidak Terlalu Panas maupun Dingin
Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh ketenangan, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi dan Ibnu Khuzaimah ini kembali menegaskan bahwa kondisi cuaca pada malam tersebut berada dalam keadaan seimbang dan nyaman.
4. Bintang Terlihat Tenang dan Tidak Ada yang Terlempar
Riwayat dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar, bintang-bintang tampak tenang dan tidak ada yang terlempar hingga pagi hari.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir ini menggambarkan suasana langit yang damai, tanpa fenomena yang mencolok atau mengganggu.
Kesimpulan
Empat tanda datangnya malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits antara lain: malam yang tenang dan cerah, suhu tidak ekstrem, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, serta langit yang damai dengan bintang-bintang yang tenang.
Meski terdapat penjelasan mengenai tanda-tandanya, umat Islam tetap dianjurkan untuk tidak hanya fokus mencarinya. Yang lebih utama adalah menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah, doa, dan amal saleh agar dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Sumber : Umsida.ac.id







