Tradisi berbagi bingkisan atau hampers menjelang Lebaran sudah menjadi kebiasaan banyak orang.
Bingkisan biasanya diberikan kepada keluarga, kerabat, sahabat, hingga rekan kerja sebagai bentuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari raya.
Namun, tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran untuk hampers bisa membengkak dan berpotensi mengganggu kondisi keuangan pribadi.
Oleh karena itu, penting untuk mengatur anggaran dengan bijak agar tradisi berbagi tetap berjalan tanpa menguras tabungan.
Dilansir dari laman antaranews.com. Berikut beberapa kiat mengatur pengeluaran hampers Lebaran agar tetap hemat dan terencana.
1. Tentukan Anggaran Hampers Sejak Awal
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan batas anggaran khusus untuk hampers Lebaran.
Perencana keuangan menyarankan agar pengeluaran ini tidak melebihi porsi tertentu dari dana yang dimiliki, misalnya dari Tunjangan Hari Raya (THR).
Perencana Keuangan Rista Zwestika CFP, WMI menyarankan agar masyarakat menetapkan batas pengeluaran hampers sekitar 5–10 persen dari THR.
Dengan cara ini, kebutuhan lain seperti zakat, kebutuhan rumah tangga, dan tabungan tetap dapat terpenuhi.
2. Tentukan Jumlah Penerima Bingkisan
Setelah menentukan total anggaran, langkah berikutnya adalah membuat daftar siapa saja yang akan menerima bingkisan.
Dengan mengetahui jumlah penerima sejak awal, kita bisa menghitung estimasi biaya per paket hampers.
Cara ini membantu agar pengeluaran tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.
3. Lakukan Riset Produk Sebelum Membeli
Melakukan riset produk juga penting agar mendapatkan hampers dengan harga yang sesuai dengan anggaran.
Luangkan waktu untuk membandingkan harga, kualitas, serta isi bingkisan dari berbagai toko atau penjual.
Perencanaan pembelian sejak awal juga dapat membantu menemukan promo atau diskon yang biasanya banyak tersedia menjelang Lebaran.
4. Buat Hampers Sendiri untuk Menghemat Biaya
Selain membeli paket hampers yang sudah jadi, alternatif lain adalah menyiapkan bingkisan secara mandiri.
Cara ini biasanya lebih hemat karena kita bisa menyesuaikan isi dan kemasan dengan anggaran yang tersedia.
Menurut Rista Zwestika, hampers tidak harus bernilai mahal.
Hal yang terpenting adalah perhatian serta niat baik untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
5. Prioritaskan Orang Terdekat
Agar pengeluaran tetap terkendali, sebaiknya pemberian hampers difokuskan kepada orang-orang yang memiliki hubungan dekat, seperti keluarga, kerabat, dan sahabat.
Dengan memprioritaskan lingkaran terdekat, tradisi berbagi tetap dapat dilakukan tanpa menimbulkan beban keuangan yang berlebihan.
6. Kebiasaan Berbagi Hampers di Masyarakat
Tradisi berbagi bingkisan Lebaran ternyata tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim.
Laporan Jakpat berjudul “Future Insight into Ramadan and Eid 2025” menunjukkan bahwa masyarakat non-Muslim juga ikut merayakan tradisi ini.
Berdasarkan survei terhadap 1.702 responden Muslim dan 245 responden non-Muslim, dana yang disiapkan untuk hampers Lebaran umumnya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu di kalangan non-Muslim, sementara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu di kalangan Muslim.
Bingkisan Lebaran sendiri biasanya berisi kue kering, makanan dan minuman kemasan, atau bahan makanan pokok.
Kesimpulan
Berbagi hampers Lebaran merupakan tradisi yang mempererat hubungan sosial dan memperkuat silaturahmi.
Namun, agar tidak mengganggu kondisi keuangan, penting untuk mengelola pengeluaran dengan perencanaan yang matang.
Menentukan anggaran sejak awal, membatasi jumlah penerima, melakukan riset produk, hingga membuat hampers sendiri bisa menjadi cara efektif untuk menghemat biaya.
Dengan pengelolaan yang tepat, tradisi berbagi bingkisan Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa harus menguras tabungan.
Sumber: https://www.antaranews.com/










