Shalat Witir merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Ibadah ini dikerjakan pada malam hari, mulai setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar.
Pada bulan Ramadhan, shalat Witir umumnya dilaksanakan setelah shalat Tarawih sebagai penutup rangkaian ibadah malam.
Dilansir dari laman antaranews.com, anjuran untuk melaksanakan shalat Witir ditegaskan dalam banyak hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satunya berbunyi:
“Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Khuzaimah)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa shalat Witir memiliki kedudukan istimewa dibandingkan shalat sunah lainnya.
Meski sering dikaitkan dengan bulan Ramadhan, shalat Witir tetap dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam sepanjang tahun.
Jumlah Rakaat Shalat Witir
Ciri khas utama shalat Witir adalah jumlah rakaatnya yang selalu ganjil.
Shalat ini bisa dikerjakan minimal satu rakaat, namun lebih utama jika dilakukan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak seperti tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga maksimal sebelas rakaat.
Pelaksanaan shalat Witir tidak boleh melebihi 11 rakaat.
Jika seseorang melaksanakan lebih dari jumlah tersebut, maka kelebihannya dianggap sebagai shalat sunah biasa, bukan lagi termasuk shalat Witir.
Niat Shalat Witir
Dalam pelaksanaannya, shalat Witir dapat dikerjakan dengan dua rakaat terlebih dahulu, kemudian ditutup dengan satu rakaat.
Oleh karena itu, niat shalatnya pun dibagi menjadi dua bagian.
1. Niat Shalat Witir Dua Rakaat
Ushalli sunnatar rak‘ataini minal witri lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat melaksanakan shalat sunah dua rakaat sebagai bagian dari shalat Witir karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Shalat Witir Satu Rakaat
Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya berniat melaksanakan shalat sunah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat cukup diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat. Setelah niat, pelaksanaan shalat Witir dilakukan sebagaimana shalat pada umumnya.
Keutamaan Shalat Witir
Shalat Witir memiliki keutamaan yang sangat besar.
Ibadah ini menjadi penutup shalat malam dan termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkannya, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Kesimpulan
Shalat Witir adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan.
Waktu pelaksanaannya dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang Subuh.
Jumlah rakaatnya harus ganjil, mulai dari satu hingga maksimal sebelas rakaat.
Pelaksanaan shalat Witir dapat dilakukan dengan cara dua rakaat ditambah satu rakaat atau langsung tiga rakaat sekaligus.
Dengan memahami tata cara dan niatnya, umat Islam dapat menjalankan shalat Witir dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Sumber : antaranews.com










