Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Meskipun Tarawih umumnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid, melaksanakannya di rumah juga tetap sah dan bernilai ibadah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, kondisi kesehatan, atau alasan tertentu.
Agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, penting bagi setiap Muslim memahami tata cara shalat Tarawih di rumah sesuai sunnah. Dengan mengikuti panduan yang benar, diharapkan ibadah yang dilakukan menjadi lebih khusyuk dan bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
Niat Shalat Tarawih
Sebagaimana ibadah shalat lainnya, Tarawih diawali dengan niat di dalam hati. Niat tidak harus diucapkan secara lisan, melainkan cukup disadari dalam hati bahwa shalat yang dilakukan adalah shalat sunnah Tarawih karena Allah SWT.
Contoh niat dalam hati: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.” Jika shalat dilakukan secara berjamaah di rumah, niat dapat disesuaikan sebagai imam atau makmum.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Dalam sunnah Rasulullah SAW, jumlah rakaat shalat malam, termasuk Tarawih, tidak ditentukan secara kaku. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW biasa melaksanakan shalat malam sebanyak 11 rakaat (8 rakaat shalat malam dan 3 rakaat witir).
Namun, para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA melaksanakan Tarawih dengan 20 rakaat, dan praktik ini diikuti oleh banyak umat Islam hingga kini. Oleh karena itu, jumlah rakaat Tarawih di rumah dapat disesuaikan, baik 8 rakaat, 20 rakaat, atau jumlah lain, selama dilakukan dengan khusyuk dan tidak memberatkan.
Baca Juga : Panduan Lengkap Hal-Hal yang Membatalkan Puasa dalam Islam
Tata Cara Shalat Tarawih Dua Rakaat per Salam
Shalat Tarawih dikerjakan dengan dua rakaat satu salam, sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Berikut urutan pelaksanaannya:
- Takbiratul Ihram. Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir sebagai tanda memulai shalat.
- Membaca Doa Iftitah (Sunnah). Setelah takbir, dianjurkan membaca doa iftitah sebelum membaca surah Al-Fatihah.
- Membaca Surah Al-Fatihah. Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap rakaat shalat.
- Membaca Surah Pendek. Setelah Al-Fatihah, membaca surah lain dari Al-Qur’an, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surah lainnya.
- Rukuk. Membungkukkan badan dengan tuma’ninah sambil membaca tasbih.
- I’tidal. Bangkit dari rukuk sambil membaca doa i’tidal.
- Sujud. Melakukan sujud dua kali dengan tuma’ninah pada setiap rakaat.
- Duduk di Antara Dua Sujud. Duduk sambil membaca doa di antara dua sujud.
- Rakaat Kedua. Melanjutkan rakaat kedua dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama.
- Tasyahud Akhir dan Salam. Setelah tasyahud akhir, shalat diakhiri dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Langkah-langkah ini diulang hingga jumlah rakaat yang diinginkan tercapai.
Shalat Witir sebagai Penutup
Setelah menyelesaikan shalat Tarawih, dianjurkan untuk menutupnya dengan shalat Witir. Witir dapat dilakukan dengan 1 rakaat, 3 rakaat, atau lebih, sesuai kemampuan.
Shalat Witir memiliki keutamaan besar sebagai penutup shalat malam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Jadikanlah shalat malam kalian diakhiri dengan Witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga : Catat! Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H Resmi Digelar 17 Februari 2026
Keutamaan Shalat Tarawih di Rumah
Meskipun shalat Tarawih berjamaah di masjid memiliki keutamaan tersendiri, melaksanakannya di rumah juga memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Membiasakan keluarga untuk beribadah bersama
- Menumbuhkan suasana Ramadan yang religius di rumah
- Memberikan ketenangan dan kekhusyukan lebih
- Memudahkan orang tua mengajarkan ibadah kepada anak-anak
Yang terpenting, shalat Tarawih dilakukan dengan ikhlas, khusyuk, dan konsisten sepanjang bulan Ramadan.
Tips Agar Shalat Tarawih Lebih Khusyuk di Rumah
Agar pelaksanaan shalat Tarawih di rumah lebih nyaman dan bermakna, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Menentukan waktu khusus untuk shalat Tarawih
- Menyiapkan tempat shalat yang bersih dan tenang
- Membaca surah dengan tartil dan tidak terburu-buru
- Menghindari gangguan seperti ponsel atau televisi
- Mengajak anggota keluarga untuk shalat berjamaah
Dengan suasana yang kondusif, ibadah Tarawih dapat menjadi momen spiritual yang lebih mendalam.
Baca Juga : Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Ramadhan dan Amalan yang Dianjurkan
Kesimpulan
Shalat Tarawih di rumah sesuai sunnah tetap memiliki keutamaan besar selama dilakukan dengan tata cara yang benar dan niat yang ikhlas. Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kemampuan, sementara tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah pada umumnya, yakni dua rakaat satu salam, kemudian ditutup dengan shalat Witir.
Dengan memahami tuntunan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, shalat Tarawih dapat menjadi sarana memperkuat iman, memperbanyak pahala, serta menghidupkan suasana Ramadan di rumah. Yang terpenting bukan hanya jumlah rakaat, melainkan kualitas ibadah dan kekhusyukan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sumber bacaan : https://www.nu.or.id/nasional/niat-dan-tata-cara-shalat-tarawih-sendiri-di-rumah-MpiPI










