Program SPMB 2026 (Sistem Penerimaan Murid Baru) diperkirakan akan berlangsung pada Mei hingga Juli.
Orang tua yang ingin mendaftarkan anak ke jenjang Sekolah Dasar (SD) perlu memahami ketentuan usia yang berlaku agar peluang diterima semakin besar.
Sekolah negeri masih menjadi pilihan utama karena berbagai keuntungan, termasuk biaya pendidikan yang relatif gratis. Tak sedikit orang tua yang menunda masuk SD demi memenuhi syarat usia yang ditentukan.
Ketentuan Usia Masuk SD pada SPMB 2026
Dilansir dari laman kompas.com. Pada jenjang SD, prioritas utama diberikan kepada calon murid yang telah berusia 7 tahun per 1 Juli tahun berjalan.
Namun, anak dengan usia minimal 6 tahun tetap diperbolehkan untuk mendaftar.
Bahkan, terdapat pengecualian bagi anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan, asalkan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikologis yang dibuktikan melalui rekomendasi profesional.
Dengan aturan ini, anak yang sudah berusia 7 tahun atau lebih memiliki peluang lebih besar untuk diterima di sekolah tujuan.
Syarat Umum Pendaftaran SPMB 2026
Beberapa persyaratan umum yang wajib dipenuhi calon murid antara lain:
- Usia dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang telah dilegalisir.
- Telah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya yang dibuktikan dengan ijazah atau surat keterangan lulus.
Ketentuan usia juga dapat dikecualikan bagi:
- Penyandang disabilitas
- Peserta didik di sekolah layanan khusus
- Sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar
Syarat Usia Jenjang TK, SMP, dan SMA/SMK
TK (Taman Kanak-Kanak)
- Kelompok A: usia 4–5 tahun
- Kelompok B: usia 5–6 tahun
SMP (Sekolah Menengah Pertama)
- Maksimal usia 15 tahun
- Telah lulus SD atau sederajat
SMA/SMK
- Maksimal usia 21 tahun
- Telah menyelesaikan SMP atau sederajat
- SMK tertentu dapat menambahkan syarat khusus sesuai jurusan
Aturan Penting: Larangan Tes Masuk SD
Salah satu kebijakan penting dalam SPMB 2026 adalah larangan tes akademik untuk masuk kelas 1 SD.
Sekolah tidak diperbolehkan mengadakan tes membaca, menulis, maupun berhitung.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada anak usia dini dan memastikan proses seleksi lebih sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Sistem Jalur dan Kuota SPMB 2026
SPMB 2026 menggunakan empat jalur utama, yaitu domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Jenjang SD:
- Domisili: minimal 70%
- Afirmasi: 15%
- Mutasi: maksimal 5%
- Tidak ada jalur prestasi
Jenjang SMP:
- Domisili: minimal 40%
- Afirmasi: minimal 20%
- Prestasi: minimal 25%
- Mutasi: maksimal 5%
Jenjang SMA:
- Domisili: minimal 30%
- Afirmasi: minimal 30%
- Prestasi: minimal 30%
- Mutasi: maksimal 5%
Untuk jalur prestasi di SMP dan SMA, seleksi dapat menggunakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta prestasi nonakademik seperti organisasi dan kepemimpinan.
Kesimpulan
SPMB 2026 menetapkan bahwa usia ideal masuk SD adalah 7 tahun, namun anak berusia 6 tahun masih bisa mendaftar, bahkan 5 tahun 6 bulan dengan syarat tertentu.
Meski begitu, anak yang lebih tua tetap diprioritaskan dalam seleksi.
Kebijakan terbaru seperti larangan tes akademik dan pembagian kuota jalur bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami aturan ini agar dapat mempersiapkan anak dengan lebih matang.
Sumber: https://www.kompas.com/









