Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Dr Agussani MAP dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara masa khidmad 2025-2030.
Prosesi pengukuhan ini berlangsung pada Kamis (29/1/2026) di di Gelanggang Mahasiswa UIN Sumatera Utara, Medan.
Pengurus yang dikukuhkan terdiri atas unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, 15 Komisi, serta 7 Lembaga dan Badan. Pengurus MUI Sumatera Utara periode 2025-2030 dipimpin oleh : Buya Dr. Maratua Simanjuntak (Ketua) dan Prof. Dr. Adriansyah (Sekretaris)
513 Pengurus yang berkhidmat selama lima tahun ke depan bersemangat mengikuti prosesi pengukuhan yang berlangsung hingga pukul 12.00 itu.
Prof Dr Agussani Sosok Menginsipirasi di Sumatera Utara
Ketua MUI Pusat, M. Azrul Tanjung mengapresiasi dan bangga atas pengukuhan tersebut karena Prof Dr Agussani dikenal sebagai sosok yang menginspirasi di Sumatera Utara.
“Saya mengenal Prof. Agussani sebagai figur Pemimpin yang menginspirasi. Hal ini sudah beliau tunjukkan dalam kepemimpinan beliau di berbagai institusi baik pendidikan maupun kemasyarakatan dan keagamaan,” kata Azrul, dalam siaran persnya.
Menurut Azrul, Prof. Agussani sangat pantas menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut. Kehadiran Prof. Agussani, diyakininya akan memberikan dampak besar bagi kemajuan lembaga MUI, khususnya Sumatera Utara.
“Sebagai mitra strategis pemerintah dan pengawas kemaslahatan umat, menurut Azrrul, tentu MUI Sumatera Utara semakin memiliki multi perspektif dan multi approach dalam memajukan umat dan memajukan Sumatera Utara,” ungkap Azrul Tanjung, yang juga Ketua Majelis Lungkingan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dewan Pertimbangan Miliki Peran Penting
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut masa khidmat 2025–2030, Prof Dr Agussani MAP, menekankan pentingnya peran Dewan Pertimbangan dalam memberikan nasihat dan bimbingan keumatan di tengah kompleksitas persoalan sosial dan keagamaan.
“Dewan Pertimbangan memikul amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral, keilmuan, dan keulamaan yang tinggi. Kami siap menjaga marwah MUI sebagai lembaga ulama yang independen, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Agussani, yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Agussani menyampaikan ide besar terkait dengan kerjasama kemitraan MUI ke depan, khususnya dengan perguruan tinggi. Banyak hal yang bisa dilakukan antara MUI dengan Perguruan Tinggi. Dengan kemitraan itu, diharapkan peran Majelis Ulama Indonesia akan lebih dirasakan masyarakat.










