Kebijakan work from home (WFH) yang tengah menjadi perhatian publik dipastikan telah mencapai keputusan akhir. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Meski keputusan sudah ditetapkan, Purbaya menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang akan menyampaikan kebijakan tersebut ke publik.
Ia menjelaskan bahwa pengumuman akan disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dampak WFH terhadap Konsumsi BBM dan Ekonomi
Pemerintah sebelumnya menargetkan kebijakan WFH dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 20 persen.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengakui bahwa memang ada perhitungan yang mengarah pada potensi penghematan, meskipun belum bersifat pasti.
Ia menilai, dampak kebijakan WFH tidak bisa dilihat dari sisi penghematan BBM saja. Justru, peningkatan aktivitas ekonomi yang terjadi bisa memberikan efek positif terhadap penerimaan negara.
Menurutnya, ketika aktivitas bisnis meningkat, konsumsi masyarakat juga ikut naik. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan penerimaan pajak, sehingga memberikan keuntungan bagi negara secara keseluruhan.
WFH Hari Jumat Dinilai Minim Ganggu Produktivitas
Terkait rencana penerapan WFH yang dilakukan setiap hari Jumat, pemerintah mempertimbangkan dampak terhadap produktivitas kerja. Purbaya menjelaskan bahwa hari Jumat dipilih karena memiliki jam kerja yang relatif lebih singkat dibanding hari lainnya.
Dengan demikian, potensi penurunan produktivitas dinilai lebih kecil jika dibandingkan dengan hari kerja lainnya.
Berlaku untuk ASN, Swasta Masih Belum Pasti
Meski kebijakan ini sudah diputuskan, penerapannya masih menyisakan beberapa pertanyaan, terutama terkait sektor swasta. Purbaya menyebut bahwa kebijakan ini kemungkinan besar bersifat wajib bagi instansi pemerintah atau aparatur sipil negara (ASN).
Sementara itu, untuk sektor swasta, penerapannya belum dapat dipastikan apakah akan diwajibkan atau hanya berupa imbauan.
Ia juga menegaskan bahwa sektor industri tertentu, seperti pabrik, kemungkinan tidak akan ikut menerapkan kebijakan WFH ini.
Kesimpulan
Kebijakan WFH yang direncanakan pemerintah telah memasuki tahap final dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
Selain bertujuan menekan konsumsi BBM, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga bahkan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.
Dengan skema penerapan yang dipertimbangkan secara matang, termasuk opsi WFH di hari Jumat, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara efisiensi dan produktivitas kerja.
Sumber : Metrotvnews.com









