Ciri-ciri malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits Rasulullah SAW menjadi informasi yang banyak dicari umat Islam saat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan.
Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini tidak diketahui secara pasti waktunya, namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada malam-malam ganjil.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Lalu, apa saja tanda atau ciri malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadits dan Al-Qur’an? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Malam Terasa Cerah, Tenang, dan Sejuk
Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang tampak cerah dan menenangkan. Udara terasa sejuk, tidak panas dan tidak pula terlalu dingin. Langit terlihat bersih, terutama di tempat yang minim polusi cahaya.
Dalam hadits riwayat Ahmad dijelaskan bahwa malam tersebut tampak terang seakan ada cahaya bulan yang bersinar lembut. Keadaannya tenang, tidak disertai cuaca ekstrem, dan penuh ketenteraman bagi orang yang beribadah.
2. Angin Berhembus Lembut dan Tidak Ada Hujan
Ciri berikutnya adalah angin yang bertiup lembut tanpa badai atau hujan. Suasana malam terasa damai dan nyaman untuk beribadah.
Dalam riwayat dari Jabir bin Abdullah disebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dengan kondisi malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, serta tidak turun hujan. Ini menjadi salah satu tanda alam yang sering dirasakan umat Islam.
3. Matahari Terbit Tidak Menyilaukan
Tanda paling dikenal dari malam Lailatul Qadar adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Dalam hadits riwayat Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dijelaskan bahwa:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas dan tidak begitu dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan lemah dan tampak kemerah-merahan.”
Artinya, sinar matahari pada pagi tersebut tidak menyilaukan seperti biasanya.
4. Matahari Terbit Berwarna Putih Tanpa Sinar Terik
Hadits lain yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dalam Shahih Muslim menyebutkan bahwa tanda Lailatul Qadar adalah matahari terbit berwarna putih dan tidak memancarkan sinar yang tajam.
“Tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim)
Fenomena ini sering dijadikan petunjuk bahwa malam sebelumnya adalah Lailatul Qadar.
5. Turunnya Malaikat Membawa Kedamaian
Keistimewaan Lailatul Qadar juga ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qur’an surat Surah Al-Qadr ayat 1–5. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa para malaikat dan Ruh (Jibril) turun ke bumi dengan izin Allah untuk membawa ketetapan dan kedamaian.
Malam itu dipenuhi kesejahteraan hingga terbit fajar. Karena itu, banyak orang yang merasakan ketenangan dan kekhusyukan luar biasa saat beribadah di malam tersebut.
Kesimpulan
Lima ciri-ciri malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits Rasulullah SAW antara lain: malam yang cerah dan sejuk, angin berhembus lembut tanpa hujan, matahari terbit tidak menyilaukan, matahari tampak putih tanpa sinar terik, serta turunnya malaikat membawa kedamaian.
Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya fokus mencari tanda-tandanya. Yang terpenting adalah menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah, doa, dzikir, dan amal saleh agar berkesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Sumber : Detik.com








