Shalat istighosah merupakan salah satu amalan yang dilakukan umat Islam ketika menghadapi kesulitan, termasuk saat terjadi kemarau panjang dan kekeringan.
Melalui shalat ini, kaum Muslimin memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.
Waktu Pelaksanaan Shalat Istighosah
Seperti namanya, shalat istisqa dilaksanakan pada saat terjadi kekeringan panjang, dan hujan lama tidak tercurah. Dalam sebuah hadits, diceritakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat istighosah setelah matahari terbit di atas permukaan bumi.
Tata Cara Shalat Istighosah
Adapun tata cara shalat istisqa sebagai berikut:
1. Imam dan makmum berkumpul di tanah lapang untuk mengerjakan shalat berjamaah
2. Imam dan makmum, tanpa didahului azan dan iqamat, berniat membaca niat shalat istisqa yang berbunyi:
Ushalli sunnat al-istisqai, rak’ataini mustaqbil al-qiblati (imaman/makmuman) lillahi taala
3. Setelah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua
4. Pada setiap rakaat, imam membaca surah al-Fatihah dan satu surah pendek secara jelas (jahr) yang dapat didengar oleh makmum.
5. Dilanjutkan dengan rukuk, dua sujud dan duduk di antara dua sujud
6. Pada rakaat kedua setelah sujud, imam dan makmum melakukan duduk tahiyat akhir serta membaca bacaan tahiyat, tasyahud dan shalawat seperti yang dibaca dalam shalat wajib
7. Diakhiri dengan bacaan salam dengan menolehkan wajah dan kepala ke kanan serta ke kiri
8. Imam menyampaikan khutbah istisqa di hadapan jemaah. Khutbah terdiri dari dua kali yang disampaikan dengan berdiri, dan sekali duduk di antara kedua khutbah.
Bacaan Doa Istighosah
Berikut ini doa shalat istighosah yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi seperti Imam As-Syafii, Abu Dawud dan perawi lainnya:
Doa Meminta Hujan Pertama
Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan hanii an marii an (riwayat lain, murii an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan daa iman.
Doa Meminta Hujan Kedua
Allahummasqinaa ghaytsan mughithan sarii’an mariyaan ghadaqan tabaqan, ‘aajila ghayara raaifin, naafi’an ghayara dhaarin tamla’u bihi al-dhadru, wa yanbuthu bihi al-zara’u wa tuhyii bihi al-ardhu ba’da mautihaa wa kathalika tukhrijuun.
Doa Meminta Hujan Ketiga
llahumma asqi ‘ibadaka wa bahaaika, wansyur rahmataka wa ahyi baladaka al-mayyita.
Penutup:
Shalat istighosah dan doa meminta hujan adalah bentuk ikhtiar spiritual yang diajarkan dalam Islam ketika menghadapi kekeringan. Dengan melaksanakannya secara sungguh-sungguh, disertai taubat dan amal kebaikan, diharapkan Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat dan keberkahan bagi seluruh alam.
Sumber: baznas.go.id







